Ketegangan tersirat antara keduanya salah satunya terlihat saat membahas beban utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator proyek kereta cepat Whoosh.
Baca Juga: Drama Serius di Balik Istana: Purbaya Hampir Dihukum Push Up Gara-Gara Telat
Purbaya menilai utang tersebut tidak pantas dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kalau pakai APBN agak janggal. Keuntungannya ke Danantara, kok bebannya ke negara?” kata Purbaya.
Ia menilai pihak yang paling bertanggung jawab adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, lembaga yang menjadi induk proyek tersebut dan kerap menerima dividen BUMN hingga Rp80 triliun.
Menurutnya, logika fiskal menuntut agar pihak yang menikmati hasil ikut menanggung risiko.
Namun Luhut memiliki pandangan berbeda.
Ia menegaskan isu utang Whoosh tidak perlu dibesar-besarkan dan sama sekali tidak akan membebani APBN.
“Whoosh itu tinggal restrukturisasi saja. Tidak ada yang meminta APBN membayar utang Whoosh,” tegas Luhut dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta.
Baca Juga: Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro!
Rencana Family Office Kembali Memanaskan Situasi
Persinggungan pendapat berlanjut saat membahas rencana pembentukan family office, lembaga pengelolaan kekayaan swasta yang digadang-gadang untuk menarik investasi global.
Gagasan ini dipromosikan Luhut sejak era Presiden Joko Widodo.
Purbaya menolak keras jika pembangunan lembaga itu memakai dana negara. “Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya silakan. Anggaran dari saya tidak akan dialihkan,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku belum memahami secara rinci konsep family office tersebut. “Saya belum lihat konsepnya seperti apa,” tegasnya.
Artikel Terkait
TRIK Kloning Nuyul Game Rich Tycoon Terbaru untuk Cairkan Saldo Dana
Misteri Kematian Timothy di UNUD: Polisi Temukan Fakta Baru, Keluarga Pilih Ikhlas
Strategi Prabowo Hadapi Pengangguran: Jangan Jadi Penonton di Era Robot dan AI
Rp 13 Triliun dari Korupsi CPO 'Diputar Balik' untuk Rakyat? Ini Rencana Prabowo untuk LPDP
Drama Serius di Balik Istana: Purbaya Hampir Dihukum Push Up Gara-Gara Telat
Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro!
FREE DOWNLOAD! 11 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2025, Desain Menarik, Cocok Dibagikan di Media Sosial pada 22 Oktober
Festival Musik Remember November 2025 "Yokjakarta" Hadirkan Nuansa Rindu Budaya, Seni, dan Kehidupan Yogyakarta. Ada SO7 hingga Endank Soekamti
15 Ide Prompt Gemini AI untuk Bikin Foto Twibbon Hari Santri 2025, Keren dan Penuh Makna
11 Ucapan Hari Santri Nasional 2025 yang Sarat Makna, Penuh Semangat dan Inspirasi untuk Generasi Muda