Situasi ini menunjukkan jurang lebar antara optimisme kebijakan ekonomi makro dan realitas di lapangan, terutama bagi generasi muda (Gen Z) yang belum terserap dalam dunia kerja.
Padahal, Purbaya mengaku tengah menyiapkan stimulus fiskal dan moneter untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Ekonom: Pengangguran Muda Tak Banyak Berubah Sejak 2016
Dalam kesempatan terpisah, anggota Aliansi Ekonom Indonesia, Vivi Alatas, menyoroti stagnasi pengangguran muda selama hampir satu dekade terakhir.
“Pengangguran usia 15 sampai dengan 24 tahun selama 2016 sampai dengan 2024 selalu di atas 15 persen,” ujar Vivi saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/9/2025).
Baca Juga: Prabowo: Bangsa Indonesia Terlalu Baik dan Mudah Dibohongi, Pemimpin Harus Cerdas dan Waspada
Ia juga mencatat lebih dari 25 persen anak muda Indonesia tidak produktif karena tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.
Fenomena ini berpotensi menghambat bonus demografi dan memperlebar kesenjangan sosial di masa depan.
Data Sakernas 2018–2024 menunjukkan, 80 persen lapangan kerja baru masih didominasi sektor berbasis rumah tangga dengan upah rendah dan tanpa jaminan sosial.
Indonesia Masih Catat Pengangguran Tertinggi di ASEAN
Lembaga Trading Economics mencatat tingkat pengangguran nasional berada di angka 4,76 persen pada Maret 2025, atau sekitar 7 juta penduduk belum memiliki pekerjaan.
Meski angka tersebut turun tipis dibanding tahun sebelumnya, Indonesia tetap menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Baca Juga: Kejagung Sita Aset Diduga Milik Riza Chalid Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina
Fakta ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi yang digadang-gadang pemerintah belum sepenuhnya menjangkau generasi muda, terutama mereka yang baru memasuki dunia kerja.
Kesenjangan Pertumbuhan Masih Jadi PR Besar
Klaim pertumbuhan ekonomi yang membaik di akhir 2025 memang memberi optimisme. Namun, tingginya angka pengangguran muda mengingatkan bahwa pemulihan belum inklusif.
Artikel Terkait
Kejagung Sita Aset Diduga Milik Riza Chalid Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina
Prabowo: Bangsa Indonesia Terlalu Baik dan Mudah Dibohongi, Pemimpin Harus Cerdas dan Waspada
Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Kontroversi Proyek Kereta Cepat Whoosh: Dari Skema Jepang ke China, Siapa yang Tanggung Beban Utang?
Wahana Rainbow Slide Ambruk di Pasar Malam Ketapang, Polisi Tutup Lokasi dan Selidiki Penyebabnya