Setelah Bata Tutup Pabrik: Isyarat Krisis atau Awal Babak Baru Industri Sepatu Indonesia?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 13 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Setelah Bata Tutup Pabrik: Awal atau Akhir? (Tiktok @fspmisepatubata)
Setelah Bata Tutup Pabrik: Awal atau Akhir? (Tiktok @fspmisepatubata)

Justru, fenomena ini mencerminkan ketatnya persaingan global di dunia alas kaki yang kini menuntut efisiensi, inovasi, dan teknologi tinggi.

Industri sepatu yang dulu padat karya, kini mulai bergeser ke arah semi-padat modal, di mana otomatisasi dan digitalisasi jadi kunci bertahan.

Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan tren tersebut akan sulit bersaing di pasar internasional.

Dengan kata lain, kepergian Bata bisa jadi sinyal perubahan besar, bukan sekadar kabar buruk.

 Baca Juga: Ini Urutan Nonton Film Tron Biar Nggak Bingung, Sebelum Tron: Ares

93 Tahun Jejak Bata di Indonesia

Sejarah Bata di Indonesia bukan cerita pendek.

Perusahaan ini hadir sejak 1931, berawal dari kerja sama dengan NV Netherlandsch-Indisch sebagai importir sepatu di Tanjung Priok.

Enam tahun kemudian, pendirinya Tomas Bata mendirikan pabrik di Kalibata, Jakarta Selatan, dan mulai memproduksi sepatu lokal pada 1940.

Bata kemudian resmi terdaftar di Bursa Efek Jakarta (kini BEI) pada 1982, dan membuka pabrik besar di Purwakarta, Jawa Barat, pada 1994.

Namun, perjalanan panjang itu akhirnya berhenti pada 30 April 2024, saat pabrik Purwakarta resmi ditutup.

Dari Penutupan ke Transformasi

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025, Bata menyetujui penghapusan kegiatan produksi alas kaki dan perubahan arah bisnis.

Mereka juga memberi mandat kepada direksi untuk menyusun ulang Anggaran Dasar Perseroan dan melaporkannya kepada instansi terkait.

Langkah ini bukan sekadar keputusan bisnis, melainkan bentuk restrukturisasi total setelah hampir satu abad bertahan di industri yang kini berubah begitu cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X