Setelah berjuang selama sembilan hari, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban, terdiri atas 104 orang selamat dan 67 meninggal dunia, termasuk 8 bagian tubuh (body part).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafii, menyatakan seluruh korban telah diserahkan kepada DVI Polda Jatim untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Kami imbau keluarga korban menunggu hasil identifikasi resmi dari DVI sebagai sumber yang sah dan akurat,” ujarnya dalam apel penutupan evakuasi pada 7 Oktober 2025.
Sementara itu, BNPB melaporkan data korban meninggal sebanyak 61 orang, dengan perbedaan angka disebabkan oleh metode perhitungan yang berbeda.
“Tidak ada perbedaan sebenarnya, hanya cara penghitungan yang berbeda antara jumlah kantong jenazah dan korban utuh,” jelas Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Penanganan Darurat BNPB.
Langkah Lanjut: Fokus pada Unsur Kelalaian
Dengan naiknya status perkara ke penyidikan, Polda Jawa Timur akan menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pembangunan dan pengawasan bangunan ponpes.
Hasil penyidikan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga yang terdampak tragedi ini.***
Artikel Terkait
Viral! Postingan Rizky Nazar Disorot Usai Syifa Hadju Dilamar El Rumi, Netizen: “Fix Galau Tapi Gengsi”
Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi, Pelaku UMKM di Solo Sukses dengan Pemberdayaan BRI
Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Masih Berlanjut, Pertamina Tegaskan Tak Cari Untung: Ini Penyebab Sebenarnya!
Gugat Hak Pensiun DPR ke Mahkamah Konstitusi, Pemohon Nilai Tak Adil dan Tak Efisien
Riwayat Kelam Kasus Narkoba Ammar Zoni: Tiga Kali Tersandung, Kini Terlibat Peredaran di Rutan