Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang Rela Berkorban

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 19:41 WIB
Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang  Rela Berkorban. (ANTARAFOTO)
Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang Rela Berkorban. (ANTARAFOTO)

Baca Juga: Tragedi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Meninggal Jadi 13 Orang

Iman yang Tak Padam  

Meski tubuhnya dipenuhi luka dan dehidrasi, Haikal menolak meminum dua botol air yang ada di dekatnya. Kepada petugas, dia berkata lirih, “Itu bukan hak saya.”

Kejujuran bocah 13 tahun ini membuat para relawan dan warga sekitar tertegun. “Haikal menunjukkan bahwa iman bisa menjadi penopang terbesar, bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun,” kata seorang relawan.

Sang ibu, Dwi Ajeng, juga menceritakan pengalaman menggetarkan hati yang dialami putranya. Dalam kondisi haus dan lemah, Haikal mengaku sempat didatangi sosok anak kecil yang memberinya minum.

“Katanya ada anak kecil datang ngasih minum, lalu hilang begitu saja. Waktu dia cerita, saya langsung merinding,” tutur Dwi dengan suara bergetar.

Baca Juga: Tragedi Musala 3 Lantai Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 66 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan

Ajeng menambahkan Haikal juga sengaja tidak banyak bergerak untuk menghemat energy. Cara itu dia pelajari dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah.

“Dia bilang diam supaya tidak kehabisan tenaga. Itu yang bikin saya kagum. Dalam kondisi terjepit begitu, dia masih bisa berpikir rasional,” ucapnya.

Ketaatan dan kecerdasan Haikal membuat banyak pihak terinspirasi, termasuk senator DPD RI Lia Istifhama (Ning Lia) yang sempat menjenguknya.

“Haikal bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga luar biasa secara mental dan spiritual. Anak sekecil itu bisa tetap salat dan berpikir logis di tengah situasi mengerikan. Ini pelajaran berharga bagi kita semua,” ujar Ning Lia.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk: 108 Korban Dievakuasi, 5 Santri Meninggal Dunia

Rafi Santri yang Rela Berkorban

Selain Haikal, kisah heroik juga datang dari Rafi Catur Okta Mulya (17), santri yang menjadi korban meninggal dalam tragedi tersebut. Rafi dikenal pendiam, rajin, dan selalu membantu orang tua di rumah.

Baru tiga bulan dia belajar di Ponpes Al Khoziny setelah lulus SMP dan melanjutkan ke SMK. Ayahnya, Mulyono, mengenang anaknya sebagai sosok yang tak banyak bicara tapi berhati besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X