Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama DPR pada 10 September 2025, menyatakan akan membentuk tim khusus pemantau penyerapan anggaran di seluruh program pemerintah.
Ia menyoroti masih adanya program yang lamban dalam penyerapan dana, termasuk MBG, dan berencana menugaskan tim untuk turun langsung mempercepat pelaksanaannya.
“Kalau mereka lambat dalam penyusunan atau pelaksanaan anggaran, kami akan kirim tim untuk membantu dan memonitor secara rutin,” tegas Purbaya.
Ia juga meminta agar Kepala BGN rutin menggelar jumpa pers bulanan untuk melaporkan progres penyerapan anggaran MBG kepada publik.
Baca Juga: DPR Soroti Penggunaan Ultra Processed Food dalam Program Makan Bergizi Gratis
“Kalau penyerapannya jelek, nanti Kepala BGN yang jelaskan ke publik, saya akan dampingi,” ujarnya kala itu.
Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan menunjukkan bahwa penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus membaik dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan regulasi yang jelas dan kolaborasi lintas instansi, program prioritas Presiden Prabowo ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Tayang di Bioskop Hari Ini, Tukar Takdir: Petaka Kursi Pesawat yang Tertukar, Sinopsis dan Daftar Pemain
Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk: 108 Korban Dievakuasi, 5 Santri Meninggal Dunia
DPR Soroti Penggunaan Ultra Processed Food dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kolaborasi Pertamina dan SPBU Swasta Gagal Terwujud, Kandungan Etanol Jadi Penghalang
DPR Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Disebut Jadi Biang Masalah
Pemerintah Beri Insentif Guru dan Kader untuk Perkuat Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Saling Balas Soal Data Harga LPG 3 Kg dan Subsidi Pemerintah
Dari Sumedang untuk Indonesia, Prof. Ojat Darojat: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Besar untuk Masa Depan Anak Indonesia