Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 26 September 2025 | 09:14 WIB
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi. (Instagram/badangizinasional.ri)
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi. (Instagram/badangizinasional.ri)

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pernyataan Kepala BGN Dadan Hindayana yang menyebut serangga seperti belalang atau ulat sagu bisa menjadi alternatif menu MBG.

Baca Juga: Misteri Dalang Demo Agustus 2025: Polri Buru Mastermind, Dugaan Pendana Gelap hingga Spekulasi Aktor Asing

Menurut Dadan, setiap daerah memiliki potensi pangan berbeda dan MBG tidak menetapkan standar menu nasional, melainkan standar komposisi gizi.

“Mungkin saja di daerah tertentu masyarakat biasa makan serangga, itu bisa jadi sumber protein. Tapi tentu tidak berlaku di semua wilayah,” jelasnya dalam Rapimnas Pira Gerindra, Januari 2025 lalu.

Meski sempat menuai kontroversi, Dadan kemudian meluruskan bahwa penerapan menu MBG tetap menyesuaikan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

“Keragaman pangan lokal penting untuk ketahanan pangan. Anak-anak juga bisa belajar bahwa kearifan lokal adalah kekayaan bangsa,” tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X