Ferry Irwandi Pertanyakan Alasan Dirinya Diperkarakan TNI

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 12 September 2025 | 22:05 WIB
Ferry Irwandi Pertanyakan Alasan Dirinya Diperkarakan TNI. (Instagram/@irwandiferry)
Ferry Irwandi Pertanyakan Alasan Dirinya Diperkarakan TNI. (Instagram/@irwandiferry)

TITIKTEMU.CO - CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali menjadi sorotan setelah namanya disebut-sebut terkait proses hukum yang melibatkan TNI usai aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Ferry mengaku bingung dan mempertanyakan dasar tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dia menegaskan hingga saat ini dia sama sekali tidak tahu mengapa dirinya diperkarakan.

Hal itu disampaikan dalam diskusi publik Militerisme Ranah Siber Ferry yang ditayangkan di kanal YouTube Imparsial, Jumat 12 Setember 2025.

Baca Juga: Mahfud MD Buka Suara Soal Kontroversi Ferry Irwandi dan Dansat Siber TNI 

Ferry menjelaskan dirinya tidak merasa melakukan tindakan yang dianggap mengancam. Dia juga menegaskan tidak tahu siapa yang dirugikan dari tindakannya selama aksi berlangsung.

“Terkait kenapa saya diperkarakan, sampai sekarang saya sendiri enggak tahu. Saya bingung sebenarnya siapa yang saya rugikan,” ujarnya.

Ferry mengungkapkan dirinya turun sejak hari pertama demonstrasi hingga puncaknya pada 1 September 2025. Dari pengamatannya, dia melihat yang janggal dalam aksi itu, mulai dari pola massa hingga respons aparat.

Baca Juga: Gerakan Nurani Bangsa Bertemu Presiden Prabowo: Dari Investigasi Independen Demo Agustus hingga Reformasi Polisi 

Kejanggalan dalam Aksi Demonstrasi

Menurut Ferry, aksi yang terjadi kali ini terasa berbeda dibanding demonstrasi mahasiswa sebelumnya. Dia menyoroti adanya indikasi massa bayaran, meski tidak semua peserta.

Dia menegaskan banyak mahasiswa turun ke jalan karena kecewa dengan kinerja DPR. Selain itu, penggunaan water cannon sejak siang hari dianggapnya tidak biasa.

Eskalasi aksi yang justru memicu kemarahan aparat juga dipandang sebagai hal yang janggal.

“Sampai akhirnya terjadi peristiwa Affan. Dari situ kami coba organisir ulang, bikin banyak platform, mayoritas diikuti mahasiswa yang peduli,” jelasnya.

Baca Juga: Ketika Demokrasi Diuji: Kasus Ferry Irwandi, Hak Rakyat vs Kekuasaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X