Update Banjir Bali: 18 Orang Meninggal, Ratusan Titik Masih Terendam

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 12 September 2025 | 16:05 WIB
Update Banjir Bali: 18 Orang Meninggal, Ratusan Titik Masih Terendam. (ANTARAFOTO)
Update Banjir Bali: 18 Orang Meninggal, Ratusan Titik Masih Terendam. (ANTARAFOTO)

Di Bangli, tercatat tiga bangunan rusak dengan kerugian sekitar Rp292 juta. Kabupaten Tabanan mengalami kerusakan 29 bangunan dengan nilai kerugian sekitar Rp3 miliar.

Sedangkan Karangasem melaporkan enam bangunan rusak, sementara nilainya masih dalam proses penghitungan. Di Gianyar, beberapa bangunan juga terdampak, namun total kerugian belum dirinci.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Bali, 14 Warga Meninggal dan Ratusan Mengungsi

Penanganan Darurat dan Posko Pengungsian

Untuk membantu warga terdampak, pemerintah daerah bersama relawan membangun sejumlah posko pengungsian di beberapa titik.

Di Denpasar, terdapat 186 pengungsi yang tersebar di enam posko. Sementara itu, di Jembrana, ada sekitar 250 warga yang masih bertahan di dua posko utama.

Meski jumlah pengungsi terus berkurang, pemerintah tetap menyiapkan bantuan logistik, air bersih, serta layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Baca Juga: Banjir Besar Landa Bali, Dua Tewas, Jalur Transportasi Lumpuh

Dampak Sosial dan Ekonomi

Banjir kali ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga memukul aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Bali. Beberapa pasar tradisional sempat lumpuh karena kios terendam banjir.

Aktivitas perdagangan di Pasar Kumbasari, salah satu pasar terbesar di Denpasar, ikut terhenti akibat ratusan kios dan los rusak parah.

Selain itu, akses transportasi di sejumlah jalur utama terganggu akibat jalan rusak maupun jembatan putus. Kondisi ini membuat distribusi bantuan ke daerah terdampak menjadi lebih sulit.

Warga Tetap Waspada

BPBD Bali mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan maupun longsor. Pasalnya, curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pemerintah. Jangan mudah percaya kabar yang belum jelas sumbernya, agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” ujar Agung Teja.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X