Quraish Shihab, Sinta Nuriyah hingga Romo Magnis Temui Presiden Prabowo, Ada Apa?

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 12 September 2025 | 06:05 WIB
Quraish Shihab, Sinta Nuriyah hingga Romo Magnis Temui Presiden Prabowo, Ada Apa? (Istimewa)
Quraish Shihab, Sinta Nuriyah hingga Romo Magnis Temui Presiden Prabowo, Ada Apa? (Istimewa)

Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dalam forum ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Baca Juga: Profil Ferry Irwandi, dari PNS, Konten Kreator, Malaka Project hingga dugaan Tindak Pidana oleh Dansatsiber TNI

Latar Belakang Aksi Unjuk Rasa

Pertemuan ini tidak bisa dilepaskan dari maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025. Berdasarkan catatan Kemdagri, demonstrasi tercatat berlangsung di 107 titik di seluruh Indonesia.

Isu yang diangkat beragam, mulai dari masalah sosial-ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga isu politik. Namun, aksi-aksi tersebut tidak selalu berjalan damai.

Laporan Komnas HAM menyebutkan hingga kini terdapat 10 korban jiwa akibat bentrokan dalam unjuk rasa. Menurut Komnas HAM, sebagian besar korban meninggal akibat dugaan kekerasan aparat kepolisian.

Baca Juga: Kemhan Laporkan Tempo ke Dewan Pers, Bantah Menhan Usulkan Darurat Militer

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta agar pemerintah daerah tidak melakukan perayaan atau selebrasi berlebihan di tengah kondisi sosial yang masih memanas.

Menurut Tito, langkah itu penting agar tidak menambah gesekan di tengah masyarakat yang sedang resah.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga ketenangan, fokus pada stabilitas, serta mendengar aspirasi masyarakat,” kata Tito.

Peran Gerakan Nurani Bangsa

Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sendiri merupakan kelompok yang terdiri dari tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Mereka kerap menyuarakan pandangan moral dan etika, terutama saat Indonesia menghadapi situasi sulit. Dengan latar belakang para tokohnya, GNB dipandang memiliki pengaruh moral yang kuat.

Kehadiran mereka di Istana diyakini sebagai bentuk ajakan dialog agar pemerintah lebih terbuka mendengar suara rakyat, sekaligus mendorong penyelesaian masalah melalui jalur damai.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X