Cerita Ayah Rheza Mahasiswa Amikom: Ada Bekas Sepatu Aparat di Perut Anak Saya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 September 2025 | 14:45 WIB
Cerita Ayah Rheza Mahasiswa Amikom: Ada Bekas Sepatu Aparat di Perut Anak Saya. (Istimewa)
Cerita Ayah Rheza Mahasiswa Amikom: Ada Bekas Sepatu Aparat di Perut Anak Saya. (Istimewa)

TITIKTEMU.CO – Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia dalam bentrokan dengan polisi saat aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Ring Road.

Peristiwa tragis pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, masih menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarganya. Ayah korban, Yoyon Surono, menceritakan jenazah penuhi luka dan memar.

Yoyon bahkan menyebut masih ada bekas pijakan sepatu dinas aparat di bagian perut. Banyak pihak menduga Rezha meninggal akibat bentrokan.

“Di leher seperti patah, di perut kanan ada bekas sepatu PDL, di tubuh juga ada sayatan-sayatan, kepala agak bocor, wajah kena gas air mata, kaki dan tangan lecet, punggung juga penuh luka,” jelas Yoyon dilansir dari Antara.

Baca Juga: Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR RI Usai Pernyataannya Soal Gaji Anggota Parlemen, Siapa Penggantinya?

Kronologi Kejadian

Sehari sebelumnya, Rheza pamit untuk berkumpul bersama teman-temannya di sekitar Tugu Yogyakarta. Menurut Yoyon, anaknya hanya ingin nongkrong dan ngopi kopi bersama kawan lama dari SMK.

Namun, keesokan paginya, keluarga mendapat kabar mengejutkan dari tetangga. Rheza disebut sudah berada di RSUP Dr. Sardjito setelah terkena gas air mata saat terjadi bentrokan.

Saat tiba di rumah sakit, Yoyon mendapati anaknya sudah terbujur kaku dengan kondisi tubuh penuh luka. Dia mengaku kaget sekaligus tidak tidak percaya.

Baca Juga: Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput

Dugaan Bentrok dengan Aparat

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, insiden itu berawal dari bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa di sekitar Polda DIY.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara detail bagaimana Rheza bisa terlibat dalam kericuhan tersebut.

Yang jelas, Yoyon dan keluarga merasa terpukul melihat kondisi anaknya. Meski begitu, dia memilih untuk ikhlas dan tidak meminta autopsi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X