Namun, DPP Nasdem juga menyayangkan adanya pernyataan dari sejumlah anggota DPR RI Fraksi Nasdem yang dinilai menyinggung dan mencederai perasaan rakyat.
Menurut siaran pers tersebut, hal itu dianggap sebagai bentuk penyimpangan dari garis perjuangan partai yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga: Stasiun Jatinegara Jadi Persinggahan Dadakan: 45 Kereta Jarak Jauh Wajib Berhenti Sementara
Langkah Tegas: Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach
Sebagai tindak lanjut, DPP Partai Nasdem mengambil keputusan penting.
Terhitung sejak Senin, 1 September 2025, dua anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dinonaktifkan dari keanggotaan mereka di parlemen.
Keputusan ini dipandang sebagai langkah disiplin sekaligus sinyal kuat bahwa partai tidak segan menindak kadernya sendiri jika dianggap melenceng dari komitmen kerakyatan.
Baca Juga: Berlimpah Fitur, BRImo Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama
Pesan Penting untuk Publik
Langkah yang diambil Nasdem ini tentu menimbulkan banyak reaksi dari masyarakat dan pengamat politik.
Namun, di balik keputusan tersebut, terselip pesan bahwa partai ingin meneguhkan kembali prinsipnya: politik harus berpihak pada rakyat, bukan sekadar kepentingan individu maupun kelompok tertentu.
Baca Juga: Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
Dengan langkah ini, Nasdem berusaha menjaga kepercayaan publik sekaligus menunjukkan konsistensinya dalam merespons situasi terkini.
Surya Paloh menegaskan, partai harus tetap berada di jalur perjuangan kerakyatan meski konsekuensinya berat, termasuk menonaktifkan kader yang sudah memiliki posisi penting di parlemen.***
Artikel Terkait
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
Ibas Bicara Tunjangan DPR: Siap Dievaluasi, Siap Dikritisi, dan Siap Dengar Suara Rakyat
AI Plus: Langkah Besar China Menuju Ekonomi Cerdas 2035, Efisiensi Anggaran dan Revolusi Industri
Pesan Damai Ormas Islam: Gus Yahya dan 16 Organisasi Bertemu Prabowo Bahas Arah Bangsa
Stasiun Jatinegara Jadi Persinggahan Dadakan: 45 Kereta Jarak Jauh Wajib Berhenti Sementara
Dari Nyaris Ambruk ke Bangkit Lagi: Cara AIG Keluar dari Lubang Krisis Global
Gen Z dan Gig Economy: Antara Kebebasan Finansial atau Jebakan Baru?
Ketawa Bukan Sekadar Lucu: Rahasia di Balik Ketawa Karier yang Bisa Dongkrak Karier dan Tim Solid
Berlimpah Fitur, BRImo Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama