TITIKTEMU.CO - Bagi banyak anak muda, terutama Generasi Z, bekerja lepas bukan lagi sekadar sambilan. Gig economy — sistem kerja berbasis proyek atau kontrak jangka pendek melalui platform digital — kini justru jadi pilihan utama untuk mencari nafkah.
Menurut laporan Bank Dunia tahun 2023, ada lebih dari 435 juta pekerja lepas di seluruh dunia, atau sekitar 12,5% dari total tenaga kerja global.
Angka ini terus naik dan diperkirakan bakal melesat lebih jauh beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
Peluang vs Risiko: “Enak Tapi Nggak Aman”
Stoy Hall, CEO Black Mammoth, menggambarkan fenomena ini sebagai pedang bermata dua.
> “Fleksibilitas, otonomi, dan banyak sumber penghasilan memang luar biasa.
Tapi, pekerja lepas juga kehilangan hal penting seperti jaminan pensiun, asuransi kesehatan, dan pendapatan stabil,” ujarnya.
Laporan Ogilvy bahkan memprediksi, pada 2027 hampir separuh tenaga kerja di negara maju akan bergabung dalam gig economy. Pertumbuhan ini tercatat tiga kali lebih cepat dibanding pekerjaan konvensional.
Baca Juga: Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Tantangan Finansial: Gaji Fleksibel, Risiko Juga Fleksibel
Kebebasan bekerja seringkali membuat Gen Z harus berhadapan dengan tantangan baru: pendapatan yang naik turun.
Tanpa strategi keuangan, kebebasan itu bisa jadi jebakan.
Laporan Investopedia menulis:
Artikel Terkait
Promo Alfamart Khusus 30-31 Agustus 2025, Diskon Jumbo Kebutuhan Harian
Katalog Promo Superindo 30–31 Agustus 2025, Diskon Gede-gedean di Akhir Bulan
Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
Jaringan Mitra Promedia Desak Zulhas:Copot Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN yang Tidak Empati pada Rakyat