1980-an: Band punk asal Inggris, 4-Skins, mengangkat frasa ini dalam lagu mereka yang berjudul ACAB (1982). Musik punk dan komunitas skinhead turut memperluas penggunaan istilah ini.
Seiring waktu, ACAB menjadi slogan global dalam gerakan sosial. Kata ini sering muncul dalam protes, grafiti, mural, hingga tulisan di spanduk demonstrasi.
Baca Juga: Tanggapi Insiden Barakuda Tabrak Pendemo, Mahfud MD Ingatkan Akar Masalah Ada di Pejabat Korup
Perkembangan di Era Modern
Di luar Eropa, ACAB juga digunakan. Saat terjadi gelombang Arab Spring 2010–2012, aktivis dan seniman grafiti Mesir menuliskan ACAB di dinding-dinding kota sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim otoriter.
Di era media sosial, frasa ini semakin menyebar luas. Tagar #ACAB di TikTok bahkan sudah ditonton ratusan juta kali. Istilah ini bukan hanya simbol perlawanan, tapi sudah menjadi bagian dari budaya pop digital.
Sementara itu, kode 1312 mulai populer sekitar tahun 2020. Saat itu, dunia diguncang protes besar-besaran di Amerika Serikat akibat kasus pembunuhan George Floyd oleh aparat kepolisian Minneapolis.
Kode 1312 kemudian dipilih sebagai alternatif penulisan ACAB agar tidak terlalu mudah terdeteksi algoritma media sosial atau sensor.
Kenapa ACAB dan 1312 Ramai di Indonesia?
Pasca tragedi 28 Agustus 2025 di Jakarta, warganet memakai istilah ACAB dan 1312. Mereka menuliskannya dalam unggahan, komentar, hingga poster digital sebagai bentuk solidaritas, dan kritik terhadap aparat.
Banyak yang menilai insiden meninggalnya Affan Kurniawan bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti brutalitas aparat dalam mengendalikan massa. Situasi inilah yang memicu gelombang kekecewaan.
Kontroversi Penggunaan ACAB
Meski populer, istilah ACAB tidak lepas dari kontroversi. Ada pihak yang menilai frasa ini terlalu ekstrem karena terdengar seperti menyamaratakan semua polisi sebagai jahat.
Namun, bagi banyak aktivis, ACAB bukan sekadar kata hinaan, melainkan simbol protes keras terhadap sistem yang dianggap gagal melindungi rakyat kecil.
Artikel Terkait
Kapolri ke RSCM, Sampaikan Permintaan Maaf, Belasungkawa, dan Janji Tindaklanjut Insiden Ojol Tertabrak Rantis
HUT ke-80 DPR, Tinggal Pilih: Selebrasi atau Introspeksi ?
Gelombang Protes RI Jadi Headline Media Asing, Isu DPR dan Buruh Memanas
Polisi Periksa 7 Anggota Brimob Terkait Insiden Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kadiv Propam Polri Janji Usut Transparan
Begini Kronologi Lengkap Insiden Mobil Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas
Tragedi Demo Jakarta, Musisi dan Sineas Ramai-ramai Unggah Foto Hitam