Sebagian akademisi juga melihat penggunaan ACAB sebagai bahasa perlawanan yang muncul ketika masyarakat merasa tidak punya ruang dialog dan suara mereka selalu ditekan.
Dengan kata lain, ACAB dan 1312 bukan hanya soal kata-kata, makian, ataupun kritikan, tapi juga cerminan dari rasa frustasi sosial yang sudah lama terpendam.***
Artikel Terkait
Kapolri ke RSCM, Sampaikan Permintaan Maaf, Belasungkawa, dan Janji Tindaklanjut Insiden Ojol Tertabrak Rantis
HUT ke-80 DPR, Tinggal Pilih: Selebrasi atau Introspeksi ?
Gelombang Protes RI Jadi Headline Media Asing, Isu DPR dan Buruh Memanas
Polisi Periksa 7 Anggota Brimob Terkait Insiden Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kadiv Propam Polri Janji Usut Transparan
Begini Kronologi Lengkap Insiden Mobil Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas
Tragedi Demo Jakarta, Musisi dan Sineas Ramai-ramai Unggah Foto Hitam