Gen Z vs AI: Antara Harapan Karier dan Ancaman Pengangguran Digital

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Ilustrasi artificial intelligence (AI) yang menjadi peluang dan ancaman nyata bagi Generasi Z.  ((Freepik.com))
Ilustrasi artificial intelligence (AI) yang menjadi peluang dan ancaman nyata bagi Generasi Z. ((Freepik.com))

TITIKTEMU.CO - Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja kini menghadirkan dilema baru.

Generasi Z, terutama mereka yang berkecimpung di sektor teknologi, disebut sebagai kelompok paling rentan menghadapi dampaknya.

Ekonom senior Goldman Sachs, Joseph Briggs, menyebut revolusi AI saat ini ibarat pedang bermata dua: bisa menjadi peluang besar, tapi juga ancaman nyata bagi masa depan Gen Z.

“Pekerja muda di sektor teknologi adalah yang paling berisiko digantikan oleh AI,” ujar Briggs, dikutip dari Times of India, Minggu 24 Agustus 2025.

Baca Juga: Ngintip Harga Tanah Tanpa Keluar Rumah, Begini Cara Cek Online di Bhumi ATR/BPN

Data yang Menggambarkan Krisis

Meskipun adopsi AI di perusahaan global masih terbilang awal, sinyal dampaknya sudah jelas terlihat.

Berdasarkan catatan Goldman Sachs, tingkat pengangguran di kalangan usia 20–30 tahun meningkat sekitar 3 persen sejak awal 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja senior di sektor lain.

Tidak hanya itu, jumlah lowongan kerja juga menurun drastis. Posisi entry-level di sektor teknologi Amerika Serikat tercatat turun 35% sejak 2023.

Fakta ini membuat Gen Z berada di pusaran ketidakpastian karier.

Baca Juga: Bikin Iri! Pajak Mobil Listrik Cuma Segini, dari Wuling sampai BMW

Strategi Bertahan Gen Z

Di sisi lain, generasi ini tidak tinggal diam. Banyak di antara mereka memilih untuk meningkatkan daya saing melalui pelatihan intensif atau sertifikasi teknologi tertentu.

Strategi ini dinilai penting agar bisa tetap relevan di tengah derasnya transformasi digital.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: indiatimes.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X