Jadi Putri Duyung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut 

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 18 Agustus 2025 | 10:45 WIB
Jadi Putri Duyung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut. (Instagram/s_tjo)
Jadi Putri Duyung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut. (Instagram/s_tjo)

TITIKTEMU.CO - Perayaan HUT ke-80 RI di Maluku Utara menjadi sorotan karena aksi unik Gubernur Sherly Tjoanda. Dia memilih cara berbeda, yaitu dengan mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut.

Momen pengibaran bendera itu berlangsung di perairan sekitar kaki Gunung Gamalama, salah satu ikon alam di Kepulauan Maluku. Dalam aksinya, Sherly didampingi para penyelam profesional.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, terlihat bagaimana sang Sherly Tjoanda menurunkan bendera ke dasar laut, lalu mengibarkannya dengan penuh khidmat.

Suasana bawah laut yang jernih, dihiasi terumbu karang serta ikan berwarna-warni, membuat prosesi itu terasa magis. Sherly terlihat anggun, sehingga banyak warganet menyebut penampilannya mirip putri duyung.

Baca Juga: Siapa Bianca Alessia Christabella Lantang, Anak Siapa? Profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2025 Asal Sulut

Filosofi di Balik Pengibaran Bendera

Menurut Sherly, aksinya hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah symbol. Mengibarkan bendera mereah putih di bawah laut adalah bentuk harapan dan cinta kepada Indonesia, meski dari kedalaman tergelap sekalipun.

“Mengibarkan merah putih di bawah laut tahun ini menjadi simbol bagi saya, bahwa dari kedalaman tergelap pun, kita bisa kembali ke permukaan dengan membawa harapan dan cinta tanah air,” tulis Sherly di Instagramnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi penuh makna bahwa semangat bangsa Indonesia selalu bisa bangkit, meskipun harus menghadapi situasi paling sulit.

Baca Juga: 70  Ucapan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia Penuh Makna, Kirim Lewat WhatsApp dan Instagram

Refleksi Perjalanan Bangsa

Gubernur menekankan Hari Kemerdekaan bukan hanya perayaan sejarah. Namun, tanggal 17 Agustus adalah momentum untuk merenungkan perjalanan panjang Indonesia sekaligus refleksi masa depan.

“17 Agustus 2025 adalah perjalanan panjang yang membentuk kita menjadi bangsa yang kuat. Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga untuk melepaskan rasa takut,” ujar Sherly.

Selanjutnya, kemerdekiaan tidak hanya tentang bebas dari penjajah, melainkan juga tentang membangun mentalitas berani, percaya diri, dan pantang menyerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X