Tak hanya mendorong inklusi perempuan di industri teknologi, pemerintah juga memperkuat regulasi terkait perlindungan anak di ruang digital.
Baca Juga: Film Believe Raih Best Director di Festival Film Internasional Montreal 2025
Salah satunya adalah PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak) yang mengatur penyedia layanan digital, termasuk game online.
> “PP Tunas berlaku untuk semua penyelenggara sistem elektronik. Kami ingin pastikan bahwa konten game tidak berisiko merugikan anak-anak,” jelas Meutya.
Game Tak Hanya Hiburan, Tapi Harus Edukatif dan Aman
Menkomdigi juga mengingatkan para pengembang game bahwa game bukan sekadar hiburan, tetapi juga berpotensi besar dalam membentuk karakter dan perilaku anak.
Oleh karena itu, setiap konten yang dikembangkan perlu dipikirkan secara matang — dari sisi dampak psikologis hingga potensi terjadinya perundungan.
“Saya menitipkan pesan kepada para developer agar lebih peduli pada aspek perlindungan anak, terutama dalam menghadirkan konten yang sehat dan positif,” tegasnya.
Mewujudkan Ekosistem Game yang Positif Dimulai dari Sekarang
Langkah untuk menciptakan game yang ramah anak memang tidak mudah, tetapi bukan hal yang mustahil.
Perempuan developer yang semakin banyak terlibat dalam industri ini memberikan harapan baru.
Didukung dengan regulasi yang tepat dan kesadaran dari para pelaku industri, Indonesia berpeluang besar menghadirkan ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.***
Artikel Terkait
Rundown Jakarta x Beauty 2025 Lengkap Jadwal Acara Kecantikan Terbesar di Indonesia
GWM ORA 03 Resmi Rilis di Indonesia, Mengusung Desain Retro Futuristik, Ini Spesifikasi dan Harganya
Hyundai Ioniq 6 N, Sedan Listrik Super Cepat Siap Mencuri Perhatian di Goodwood Festival of Speed
Film Believe Raih Best Director di Festival Film Internasional Montreal 2025
Bolehkah Hanya Puasa Asyura Tanpa Tasua? Simak Penjelasan Lengkapnya
Niat dan Doa Buka Puasa Asyura Lengkap dengan Tulisan Arab Latin dan Terjemah, Beserta Waktu Pelaksanaannya
Believe: Film Mengharukan Tentang Kehidupan Keluarga Prajurit, Tayang di Bioskop Mulai 24 Juli 2025
Sila Artisan Tea. UMKM Teh Asal Bogor Naik Kelas Karena BRI, Berhasil Tembus Rantai Pasok Global
BRI Luncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1, Sebuah Langkah Akselerasi Menuju Transformasi Bisnis
Film Horor Selepas Tahlil Tayang di Bioskop 10 Juli 2025, Teror Mistis Tradisi Keluarga, Cek Sinopsis dan Daftar Pemain