Kisah Relawan SAR Agam Rinjani Bermalam di Tebing 590 Meter Demi Evakuasi Jenazah Juliana Marins

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Juni 2025 | 21:15 WIB
Anggota tim SAR bagikan momen penyelamatan Juliana Marins.  (Instagram/agam_rinjani)
Anggota tim SAR bagikan momen penyelamatan Juliana Marins. (Instagram/agam_rinjani)

Kedalaman awal jurang diperkirakan antara 15 hingga 200 meter, namun korban diketahui sudah berada pada titik lebih dalam dari yang diperkirakan.

Tim SAR akhirnya berhasil mengangkat jenazah Juliana dari jurang pada Rabu, 25 Juni 2025 setelah proses evakuasi yang dilakukan sejak pukul 06.00 WITA. Pada pukul 13.51 WITA, jenazah berhasil dibawa ke anchor point atas.

Baca Juga: Cara Login SIPLah Tanpa Kode OTP: Solusi Kendala Saat Lupa Autentikasi Dua Langkah

Jenazah Juliana Tiba di RS Bhayangkara Polda NTB

Setelah berhasil diangkat, jenazah kemudian dibawa ke Resort Sembalun dan tiba pada pukul 20.40 WITA. Dari sana, langsung diteruskan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk proses lebih lanjut.

Pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan bahwa evakuasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk relawan seperti Agam, yang mempertaruhkan nyawa demi misi kemanusiaan.

Apresiasi untuk Para Relawan di Balik Layar

Cerita Agam Rinjani menjadi salah satu bukti nyata bagaimana dedikasi para relawan SAR di lapangan sering kali luput dari perhatian publik.

Bermalam di tebing curam demi menjaga jenazah adalah bentuk keberanian dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Tragedi ini mengingatkan kita bahwa pendakian gunung bukan hanya soal menaklukkan alam, tetapi juga harus disertai persiapan dan kesadaran penuh akan risiko yang bisa terjadi kapan saja.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: @tyosurvival

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X