TITIKTEMU.CO, Jakarta - Transformasi sebuah usaha keluarga menjadi merek lokal yang diperhitungkan secara nasional bukanlah perkara mudah.
Adalah Sri Kustamaji, pemilik Pelita Lumpang Mas, berhasil membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, produk tradisional pun bisa menembus pasar modern.
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah untuk Masyarakat, BRI Salurkan Kredit FLPP
Usaha sambal pecel yang ditekuni Sri Kustamaji berawal dari tangan dingin sang ayah, Sri Suharto, yang merintis usahanya pada awal 1990-an di Pacitan, Jawa Timur. Saat itu, proses produksi dilakukan sepenuhnya secara manual, dengan kemasan plastik sederhana dan label fotokopi.
Pada awal 2000-an, tongkat estafet usaha berpindah ke Sri Kustamaji. Ia memutuskan untuk melakukan transformasi total pada kemasan, desain logo, serta variasi produknya agar lebih sesuai dengan selera pasar masa kini.
Baca Juga: Cara Dapat Saldo DANA Hari Ini 26 Juni 2025 Gratis Rp5.000 Tanpa Ribet, Langsung Masuk ke Akun
Langkah berani ini membuahkan hasil. Pelita Lumpang Mas kini menjadi salah satu produk sambal khas Pacitan yang memiliki daya saing tinggi, bahkan mampu menembus pasar nasional dengan omzet bulanan yang telah mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami ingin membawa kekhasan sambal pecel Pacitan ke seluruh Indonesia,” ujar Sri Kustamaji.
Kekhasan itu salah satunya terletak pada penggunaan jeruk purut sebagai bahan utama, menggantikan kencur yang umum dipakai di daerah lain. Selain memberi aroma yang lebih segar, jeruk purut juga memberikan warna yang lebih cerah dan menarik.
Baca Juga: Resmikan Ngoerah Sun Wellness, Prabowo: Layanan Tak Kalah dengan Luar Negeri
Tak hanya dari sisi bahan, proses produksi pun menjadi perhatian utama. Pelita Lumpang Mas memang memadukan teknologi dan sentuhan tradisional.
Salah satu contohnya adalah proses pengolahan kacang tanah yang tidak digoreng, melainkan dioven. Hasilnya, sambal pecel menjadi lebih sehat, rendah minyak, dan dapat bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.
Baca Juga: BRI Buka Pinjaman untuk PNS dan PPPK HIngga Hingga Rp300 Juta , Simak Syarat dan Tabel Angsuran
"Beberapa proses tetap kami lakukan secara manual untuk menjaga kualitas rasa. Misalnya, proses pencampuran bumbu yang masih menggunakan lumpang, sesuai dengan filosofi nama merek kami," jelas Sri.
Artikel Terkait
Garap Pasar Global, UMKM Minuman Herbal Ini Kian Percaya Diri Berkat Dorongan BRI
Bali Nature, UMKM Bali yang Tembus Pasar Global Berkat Dukungan BRI. Ini Kisahnya!
Berhasil Tembus Pasar Global, UMKM Binaan BRI Ini Ikut Pameran Kopi Dunia di Amerika Serikat
UMKM Siap Naik Kelas: Kementerian BUMN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Program Pendampingan Berkelanjutan
Mantap! BRI Berhasil Salurkan KUR Rp69,8 triliun ke 8,3 Juta Debitur UMKM, Dorong Sektor Produksi Bergeliat
Labuna, Produk Rempah Mojokerto Tembus Pasar Global, Bukukan Prestasi Bersama BRI