Tengok saja karya Moego Anugri (Dewi Gandari), Barlin Srikaton (Arjuna Wiwaha), Faisal Budiharso (Great Story of Roro Mendut), Benny Dimsiki (Panen Brambang), Budiati Tino Sidin (Pasar Kobis), dan Marsim dengan Pencuri Hati yang mengangkat cerita Jaka Tarub.
Dengan eksplorasi yang kreatif dan beragam dari para seniman, kita pun dapat menyaksikan karya-karya seni yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengandung makna yang mendalam. Dan tetap memiliki konteks kekinian.***
Artikel Terkait
Keren , Pemuda ini Mengolah Limbah Kayu Jadi Lukisan 3 Dimensi
Ratusan Seniman Suarakan Keistimewaan DIY Lewat Pameran Seni Rupa
Melihat Keistimewaan Yogyakarta Lewat Pameran Seni Rupa
Terobosan Kalau Pemasaran Batik Jumputan di Yogya Merambah E-Commerce
Dukung Pameran Kriyanusa 2024, BRI Dorong UMKM Kerajinan dan Seni Kriya Naik Kelas
Berawal Dari Hobi, MINIMIZU Bawa Keunikan Dekorasi Alam ke Pameran Kriyanusa 2024
Gerebeg Maulid Di Keraton Yogya , Ada Apa ?