Terobosan Kalau Pemasaran Batik Jumputan di Yogya Merambah E-Commerce

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 31 Agustus 2024 | 07:18 WIB
Anggota Batik Jumputan Ibu Sejahtera dan karyanya (Pemkot Yogyakarta)
Anggota Batik Jumputan Ibu Sejahtera dan karyanya (Pemkot Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO,  Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang mandiri, kreatif dan berdaya saing tinggi,  dengan melakukan pembinaan serta pendampingan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM).

Salah satunya Sentra batik dan jumputan “Batik Jumputan Ibu Sejahtera” yang berada di jalan Soga no 33 yang sudah ada sejak tahun 2011, menjadi  peserta pembinaan dan pendampingan Dinas PKU Kota Yogyakarta. Anggota Batik Jumputan Ibu Sejahtera,  Marina menceritakan sentra batik jumputan berawal dari 21 ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luangnya untuk hal-hal positif.

“Awalnya kita 21 orang, tapi sekarang tinggal 18 orang yang aktif membuat batik. Modal kita saat itu hanya 4 juta, alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang,” ujar Marina.

 Baca Juga: Wow, Ada Difabel Zone, Pengrajin Batik di Bantul Yang Tembus Pasar Internasional

Pihaknya mengungkapkan dengan ciri khas motif jumputan latar ringkel berhasil meraup omzet mencapai 200 juta lebih. Motif jumputan, teknik pemberian motif pada sebuah kain yang dilakukan dengan mengikat kain secara tradisional dan mencelupkannya pada larutan yang telah diberi zat warna. 

Sementara motif latar ringkel merupakan teknik pewarnaan kain yang memadukan teknik batik dengan teknik ringkel. Ringkel sendiri yaitu teknik mewarnai kain yang menggunakan teknik jahit cubit (smock) untuk membantu proses perintangan warna, sehingga menghasilkan desain motif baru di dunia tekstil kerajinan yang indah dan menarik.

“Motif yang khas dari kami itu jumputan latar ringkel, kami memilih itu karena kalau dilihat di pasaran masih sedikit yang memadukan dua teknik itu. Hasilnya juga lebih cantik, kain tidak terkesan kosong. Jumputan sendiri kan agak berjarak ya jadi terlihat lebih meriah tapi juga bagus,” tandasnya.

Penjualannya pun dilakukan secara beragam, mulai dari toko, media sosial, e-commerce sampai mulut ke mulut. Tidak hanya melayani pesanan kain batik jumputan, juga membuka pelatihan membatik.

 Baca Juga: Begini Ini Kalau Mitra Friends of Yogyakarta Dari Negara Lain Kepincut Batik

“Pelatihan kami buka untuk umum, mulai dari anak-anak, pelajar, dewasa. Harga yang kami patok juga adorable tergantung seberapa lebar kain yang diinginkan. Misalnya, kemarin kami menerima tamu dari Kendari, mereka ingin belajar membuat batik jumputan. Mereka menginginkan sebesar taplak meja itu kami beri harga Rp 70.000 sementara kalau menginginkan kain yang berukuran 2 meter itu bisa mencapai Rp 300.000 lebih,” ujar Marina.

Sementara itu, Kepala Dinas PKU Kota Yogyakarta Tri Karyadi mengatakan pihaknya telah berkomitmen untuk mengedepankan potensi lokal, penyedia barang dan jasa. Salah satunya sentra industri batik yang ada di Kota Yogyakarta dapat dimaksimalkan pada pengadaan seragam atau cindera mata.

“Kami mendampingi pelaku UKM dan IKM di Kota Yogyakarta, pembinaannya tidak hanya memasarkan produk secara online tapi didampingi mulai dari membuat konten pemasaran hingga bisa memasarkan melalui aplikasi mobile shoppingnya. Sehingga kegiatan ini banyak dimanfaatkan dan dioptimalkan oleh pelaku,” kata Tri Karyadi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X