1. Upaya Pemusatan Kekuasaan
Politik dinasti erat menggambarkan kekuatan yang mengarah pada upaya mempertahankan kekuasaan terpusat pada lingkup golongan atau keluarga tertentu.
Pemusatan kekuasaan ini dikhawatirkan akan mendorong praktik penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), sehingga kekuasaannya menjadi sangat absolute.
Baca Juga: YUMMY! Bakso Sak Waregmu Sidoarjo: Sensasi Baru Bakso Prasmanan Hanya Bayar Rp15 ribu?
Selain itu, pemusatan kekuasaan tersebut akan membuat seseorang semakin mudah memperoleh kekuasaan yang mutlak, dan semakin tinggi potensi penyalahgunaan kekuasaan.
Akibatnya, kepala daerah maupun pejabat pemerintahan lain yang terpapar politik dinasti pada akhirnya melakukan praktik korupsi dan nepotisme.
2. Memperluas Tentakel Kekuasaan
Politik dinasti terjadi sejak era Pilkada yang dipilih secara tidak langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Baca Juga: Ini Dia Jadwal Siaran Liga BRI 1 Di Indosiar
Politik dinasti tak jarang dibangun oleh para elit politik lokal atau dengan memanfaatkan para elit politik lokal dengan memanfaatkan demokrasi yang terdesentralisasi.
Kesempatan ini mendorong keinginan atau ambisi dari keluarga petahana atau pejabat pemerintah lainnya.
Anggota keluarga akan menjadi tentakel kekuasaan yang akan kembali maju dalam kontestasi pemilihan berikutnya.
Baca Juga: Siswa MTsN 5 Demak Ciptakan Teknologi Tenaga Surya Pemurnian Air
Tentakel tersebut dapat melalui istri, suami, anak, menantu, saudara, maupun kerabat keluarga.
Dengan kata lain, politik dinasti menjadi sebuah kekuasaan daerah yang (akan) dijalankan oleh sekelompok orang yang terikat dalam hubungan darah atau keluarga dekat.***
Artikel Terkait
Gus Ibin Siap Maju Pilkada 2024 Setelah Mendapat Restu Ibunda, Meski Sempat Menolak Tawaran Jadi Bupati Nganjuk
Ahmad Ridwan Sebut 'Korea' Siap Bertarung di Pilkada Batang 2024 Saat Ngobrol Santai Bareng Jaringan Promedia
Menjelang Akhir Pendaftaran PAN Beri Rekomendasi ke Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno di Pilkada Wonogiri
Masih Ada Peluang! Pendaftaran CPNS 2024 Diperpanjang hingga 10 September, Ini Dia Alasannya Dan Formasi Yang Banyak Dilamar
AI Jadi Tren Baru Kampanye Politik?
JADWAL Pencairan BPNT September-Oktober 2024 Tanggal Berapa? Cek Nama Keluarga Penerima Bantuan Bansos Rp400 Ribu
Sudah Bersahabat Lebih dari 40 Tahun, Prabowo Kunjungi Raja Malaysia Sultan Ibrahim