Gus Ibin Siap Maju Pilkada 2024 Setelah Mendapat Restu Ibunda, Meski Sempat Menolak Tawaran Jadi Bupati Nganjuk

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Minggu, 21 Juli 2024 | 11:40 WIB
Gus Ibin Akhirnya Maju jadi Calon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024 (Promedia Teknologi Indonesia)
Gus Ibin Akhirnya Maju jadi Calon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024 (Promedia Teknologi Indonesia)

TITIKTEMU.CO - Gus Muhammad Muhibbin Nur, atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Ibin, akhirnya maju sebagai calon bupati Nganjuk dalam Pilkada 2024.

Keputusan ini diambil Gus Ibin setelah  mendapatkan restu dari Ibundanya, yang merupakan tokoh penting dalam dunia pesantren di daerahnya.

Gus Ibin, yang terlahir dari keluarga pesantren ini menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam dunia pendidikan agama, yakni dengan mengajar para santri.

Baca Juga: Tersedia dengan Diskon Besar!! Cek Harga iPhone XR Terbaru Juli 2024 dan Spesifikasi Kamera Unggulan dan Performa Terbaik

Ia adalah putra keempat dari KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah, pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari yang terletak di Loceret, Nganjuk.

Pondok Pesantren Mojosari ini dikenal sebagai salah satu yang tertua di Nganjuk dan telah melahirkan banyak tokoh ulama terkenal.

Hal ini membuat dirinya dan keluarga fokus dalam mensyiarkan nilai-nilai agama, dan jauh dari urusan politik.

Dari dasar tersebut Gus Ibin memberikan alasan dirinya maju dalam Pilkada Serentak 2024 ini, ia menerangkan bahwa memutuskan maju dalam Pilkada 2024 ini dari 3 bulan yang lalu.

“3 bulan lalu saya tidak berfikiran dan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Nganjuk,” ujarnya saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya, di Loceret, Nganjuk, Kamis 18 Juli 2024.

Baca Juga: Bolehkah Menggunakan Wifi Tetangga Tanpa Izin? Ternyata Begini Hukumnya

Pria kelahiran 1984 ini menyampaikan, para kyai melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ada diskusi bahwa calon bupati Nganjuk harus dari kalangan sendiri.

“Dari diskusi para kyai bahwa calon bupati yang didukung harus dari Pondok Pesantren Mojosari, bukan saya ya tapi masih dari Pondok kami,” imbuhnya.

Setelah ada obrolan tersebut, ada perwakilan yang datang ke pondok pesantren untuk membahas hal tersebut.

“Pembahasan tersebut diserahkan kepada ibu kami, karena banyak saudara-saudara kami di sini,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X