TITIKTEMU.CO- Kota Yogya banyak punya berbagai jenis wedangan yang nikmat diminum saat sore hari atau saat musim hujan seperti ini. Rasanya yang hangat dan manis, cocok membuat badan menjadi segar.
Salah satu wedangan itu adalah wedang tahu. Wedang tahu adalah minuman tradisional yang terbuat dari sari kedelai, kemudian disisir tipis-tipis dan diberi siraman air jahe. Wedang tahu pada dasarnya berasal dari China yang berkembang di wilayah pecinan seluruh Indonesia. Setiap daerah di Indonesia menamai wedangan ini berbeda-beda.
"Diberi nama wedang tahu karena berisi sari kedelai yang tampilannya seperti tahu berwarna putih. Dalam pembuatannya pakai teknik khusus untuk menghasilkan tekstur yang lembut. Kemudian diberikan kuah rempah panas yaitu jahe dengan gula jawa pemanis alami," kata Bu Kardi salah seorang penjual wedangan tahu.
Baca Juga: W’Kobar, Wedangan Urban Mengusung Tema Rumahan
Wedang Tahu Bu Kardi, salah satu warung kaki lima yang konsisten menjajakan minuman tradisional sejak 14 tahun lalu. Hingga kini masih eksis dan jadi buruan pecinta minuman hangat dari warga lokal Yogya hingga wisatawan.
Satu porsi wedang tahu di lapak Bu Kardi dibanderol dengan harga tujuh ribu rupiah saja. Dalam satu hari biasanya Sukardi bisa menjual hingga 150 porsi dengan menghabiskan 2 panci wedang tahu. Sementara jika akhir pekan atau hari libur bisa duka kali lipat hingga 4 panci.
“Pembeli itu mayoritas warga lokal, mulai dari orang tua dan anak-anak muda mahasiswa juga banyak. Terus wisatawan yang suka kulineran, cari minuman unik itu ya banyak juga yang datang. Kemarin alhamdulillah sempat viral di media sosial jadi makin ramai yang datang dan banyak juga yang akhirnya cocok dan jadi pelanggan tetap,” ungkap Sukardi.
Sukardi (54) yang biasa disapa Bu Kardi ini sudah menekuni usaha wedang tahu sejak tahun 2008. Diceritakannya hingga sekarang ini bersama anggota keluarganya sudah memiliki empat lapak usaha wedang tahu. Lokasinya ada di Jalan Asem Gede Kranggan dan Pasar Pathuk yang buka mulai pukul 07.00 hingga 10.30 pagi. Sementara dua lapak lainnya di depan Mirota Godean dan Jalan Pramuka Umbulharjo yang buka sore hari pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 malam.
Baca Juga: Resep Empal Gepuk Enak, Empuk dan Nikmat Meski Disantap Cuma Pakai Nasi Putih
“Kalau lapak pertama yang ada di Jalan Asem Gede Kranggan ini, untuk cabangnya itu ada yang dua bukanya sore, satunya ikut pagi. Jadi biar kalau orang cari dari pagi, sore, sampai malam itu ada terus. Ada pelanggan yang memang lebih cocok buat teman sarapan, tapi ada juga yang cari wedangan malam,” jelas Sukardi saat ditemui di lapaknya di Jalan Asem Gede, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.
Menurut pelanggan wedang tahu Bu Kardi, Fabian Athar (19) mengungkapkan rasa wedang tahu ini menyegarkan terutama saat musim hujan. Jika ada waktu luang di sela-sela kuliah ia menyempatkan mampir untuk menikmati semangkuk wedang tahu.
" Rasanya sih pas ya. Dan terjangkau juga untuk kantung mahasiswa, " tutup Fabian, mahasiswa asal Jakarta ini.
Artikel Terkait
W’Kobar, Wedangan Urban Mengusung Tema Rumahan
Bukan Sekadar Minuman Penghangat, Ini 7 Manfaat Wedang Uwuh untuk Kesehatan
Minuman Hangat di Musim Hujan, Ini 7 Manfaat Wedang Sereh untuk Kesehatan
Begini Cara Membuat Daging Empuk, Sajian Jadi Tambah Nikmat
5 Kuliner Surakarta Yang Tak Boleh Lolos!