TITIKTEMU.CO, SEMARANG – Toko Oen adalah salah ikon kuliner di Kota Semarang. Berlokasi di pusat kota, Jl Pemuda 52, restoran ini memiliki jejak panjang.
Didirikan pada 1935, Toko Oen ibarat menyimpan mesin waktu. Ruangnya penuh dengan jejak masa lalu. Mulai dari foto-foto lama Kota Semarang, koran-koran tua, lemari, dan bufet kuno.
Juga jam dinding klasik, toples kaca, gelas-gelas kuno, dan bahkan penghitung uang koin Guldens Cents. Sebelum Indonesia merdeka, mata uang yang digunakan adalah Guldents.
Baca Juga: Mau Buka Kedai Kopi? Nih Daftar Nama Menu untuk Kaum Awam Kopi
Toko Oen sangat berjaya di masa kolonial dengan menu Indische, memadukan citarasa Jawa-Belanda. Pada masanya, restoran ini menjadi tempat kumpul bangsawan Belanda di akhir pekan.
Sampai sekarang, di usianya yang 86 tahun, Toko Oen tetap konsisten menyajikan sajian menu tempo doeloe dnegan sedikit tambahan bumbu Chinese.
Menu-menu itu antara lain kue lidah kucing (katetong), es krim, loenpia, dan aneka bestik. Nah, bestik lidah sapi di Toko Oen inilah juaranya. Citarasanya khas, tak tertandingi bestik lain.
Baca Juga: 8 Desain Kedai Kopi yang Instagramable, Kamu Pilih Mana?
Kue kering di Toko Oen juga unik karena bentuknya tetap sama dengan saat pertama kali dijual tahun 1910.
Pada masa itu, Toko Oen hanya merupakan sebuah toko kue kering kecil di Yogyakarta yang didirikan oleh Liem Gien Nio.
Nama Oen diambl dari nama sang suami, Oen Tjoen Hok. Toko kue kering itu kemudian berkembang menjadi restoran. Beberapa cabang di buka di sejumlah kota, yaitu di Malang dan Jakarta.
Baca Juga: Warung Kopi Asiang Tak Lekang oleh Zaman, Kopinya Juara...
Pada 1935 Toko Oen dibuka di Semarang setelah Toko Oen di Yogyakarta ditutup. Dalam perkembangannya, cabang di Jakarta dijual, dan Toko Oen di Malang berpindah kepemilikan.
Sampai saat ini, hanya tinggal Toko Oen Semarang yang bertahan dengan resep asli Liem Gien Nio. Tidak hanya resep, desain artsitektur bangunan pun dipertahankan.
Artikel Terkait
Siapa Sangka, Ternyata Ayam Goreng Kalasan Bermula Dari Dukuh Kecil
Awas Ketagihan! Pindang Kambing Khas Wonogiri Rasanya Istimewa. Ternyata Ini Rahasianya
Kuliner Legendaris Solo Benar-benar Maknyus, Semua Ada di Pasar Gede
Benar-benar Lezat, Ini Kuliner Khas Wonogiri yang Bikin Susah Move On