Bibit varietas kopi Geisha memang tidak mudah tumbuh di sembarang tempat. Pada ketinggian di bawah 1600 mdpl, bibit kopi Geisha rentan terhadap jamur.
Namun jika ditanam terlalu tinggi di atas 2100 mdpl, daun dan ceri kopi akan mudah terbakar matahari, dan kemudian rusak.
Satu lagi, biji kopi Geisha baru bisa dipanen setelah 8 tahun. Berbeda dengan kopi pada umumnya yang hanya butuh waktu 3-4 tahun sejak tanam.
Baca Juga: Sering Salah Membeli Kopi? Begini Caranya, Gaes...
Alasan lain yang menjadikan harga kopi Geisha mahal adalah permintaannya yang tinggi. Berikutnya adalah mahalnya harga tanah perkebunan di di Panama.
Dan yang paling membuat harga kopi ini melambung adalah tingginya upah buruh tanam dan petik. Alasan itulah yang membuat kopi ini mahal.
Tidak heran jika kopi Panama Geisha bisa bersanding dengan kopi luwak dalam daftar kopi-kopi termahal.
Baca Juga: Kopi Lokal Papua Bersiap Go Global
Dilansir dari laman auction.bestofpanama.org, harga rata-rata kopi Panama Geisha mencapai Rp 1.5 juta per 340 gram.
Saat menjuarai kompetiri pada 2004, Panama Geisha memenangi lelang dengan harga bid 21$ per pound (sekitar 453 gram). Rekor harga terulang pada 2006-2007 dengan bid $130 per pound.
Harga kopi Geisha dari tahun ke tahun terus melambung. Pada 2019, dalam lelang yang dilakukan Best of Panama (BOP), harganya mencapai Rp 28 juta per kilogram.
Setahun kemudian, dalam lelang serupa Panama Geisha laku 1.300 dollar AS per pon atau sekitar Rp 40 juta per kilogram. Wow! ***