Tema agraris jarang dipakai untuk membuat kedia kopi, kecuali di tempat-tempat pariwisata.
Tema agraris yang mengeksplore unsur-unsur pertanian tersebut biasanya lebih tepat jika digunakan untuk rumah-rumah makan berbasis masakan tradisional dan seafood.
Baca Juga: Lagi Tren, Ini 7 Destinasi Wisata Kopi Terbaik
Industrial
Khas, sederhana, praktis tapi artistik meskipun terkesan sedikit suram. Tren desain ini muncul sejak tahun 1950 an di Eropa, di mana banyak pabrik yang mangkrak.
Kemudian warga banyak yang memanfaatkannya sebagai hunian dengan tetap menyesuaikan bangunan yang sudah ada.
Terutama dari faktor pencahayaan yang masih menggunakan kap lampu ala pabrik atau merkuri dengan lampu berwarna kuning.
Baca Juga: 5 Sajian Kopi Khas Indonesia yang Unik, Pernah Coba yang Mana?
Pendapa
Di Pulau Jawa, pendapa banyak dieksplor menjadi kafe, kedai kopi maupun restoran. Sebelumnya, pendapa digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu, latihan kesenian, perteuan warga, bahkan untuk acara publik.
Kaki Lima
Kedai kopi dengan konsep kaki lima dikenal paling murah. Calon pemilik cukup menggunakan gerobak ala wedangan atau angkringan.
Sekilas memang terkesan kumuh karena biasa nampak di teras depan bangunan. Namun, jika calon pemilik kedai kreatif, konsep ini justru dapat dieksplor estetikanya melalui pemilihan warna lampu, penataan display menu, dan peralatan seduh manual.
Di sejumlah kota, seperti di Yogyakarta, sering dijumpai pula kedai kopi keliling (koling) yang menggunakan sepeda motor.