Berburu Lenjongan Di Pasar Solo Yang Membuat Rindu

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 31 Juli 2023 | 10:00 WIB
Lenjongan lengkap khas Solo (Pemkot Surakarta)
Lenjongan lengkap khas Solo (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, Solo dikenal dengan jajanan pasar yang lezat dan manis. Banyak tempat yang menjual jajanan pasar ini, terutama di dalam pasar-pasar tradisional. Syaratnya harus mau blusukan ke dalam pasar di Solo. Salah satunya adalah di Pasar Gede Hardjonagoro.

Biasanya di pagi hari , saat pasar beroperasi  jenis jajanan pasar akan mudah diperoleh dan masih lengkap tentunya. Selain lupis dan jenang mutiara yang menyerupai bubur, ada juga lenjongan.

Lenjongan adalah jajanan pasar yang mayoritas terbuat dari singkong. Lenjongan terdiri dari berbagai  makanan  seperti Gendar, Klepon, Sawut, Jongkong, Gatot, Getuk, Tiwul, Cenil, Klepon, Ketan hitam, Ketan putih, Jagung (Grontol), lalu ditaburi parutan kelapa dan gula pasir ataupun gula merah cair.

Baca Juga: Makan Siang Di Solo, Ini Deretan Menu Yang Pantas Dicoba

Harga seporsi lenjongan lengkap, cukup murah sebenarnya apalagi untuk  wisatawan yang ingin memanjakan jajanan pasar yang rindu.  Lenjongan ini tidak memakai pengawet, tidak pakai pewarna buatan. 

Lenjongan, karena termasuk kudapan favorit apalagi untuk mengganjal perut di pagi hari. Tidak harus lengkap isian lenjongan, pembeli bisa meminta sesuai selera. Misal hanya memilih gatot dan tiwul saja juga boleh. Atau cenil dan ketan saja juga diperbolehkan. Semua jajanan itu dibungkus dengan daun pisang yang membuat makin sedap aromanya. 

Untuk rasa, semua jajanan lenjongan ini memiliki kesamaan, yaitu hampir semua isinya kenyal-kenyal. Cara penyajiannya sesuai apa yang dipilih oleh pembeli kemudian atas ditaburi parutan kelapa dan ditaburi gula pasir yang halus atau pembeli ingin ditaburi gula merah cair juga bisa sesuai selera pembeli. Manis menjadi rasa dominan lenjongan. Teksturnya kenyal, ada sedikit rasa gurih yang berasal dari kelapa parutnya.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Banyumas Yang Paling Dicari. Mulai dari Soto hingga Masakan dari Keong

Penjual lenjonganPasar Gede  sudah buka sejak pukul 07.00 pagi. Tapi jangan ditanya, merangkak ke pukul 09.00, sudah minta ampun pembeli yang mengantri. Dalam sehari bisa sebanyak 150-200 bungkus terjual habis. 

Jangan kawatir, meski antri, namun pelayannya sangat cepat. Penjualnya cukup cekatan dalam meracik dan membungkus setiap lenjongan. Pembeli banyak juga yang berasal daerah lain. Sekalipun berjualan di tempat yang tak begitu luas, namun pembeli cukup tertib menunggu penjual lenjongan melayani pembeli lain. 

Nah ada juga pembeli  yang memakan di Pasar Gede sembari mampir ke es dawet telasih. Perpaduan kudapan lenjongan dengan es dawet memang sangat asyik disantap. Yuk kita coba....

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Surakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X