Gudeg, Kopi Joss, dan Kopi Klothok yang Tidak Lagi Merakyat, Wisatawan Membuatnya Menjadi Kuliner Mahal

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 April 2026 | 19:48 WIB
Gudeg, Kopi Joss, dan Kopi Klothok yang Tidak Lagi Merakyat, Wisatawan Membuatnya Menjadi Kuliner Mahal. (Instagram.com/gembulfoodie)
Gudeg, Kopi Joss, dan Kopi Klothok yang Tidak Lagi Merakyat, Wisatawan Membuatnya Menjadi Kuliner Mahal. (Instagram.com/gembulfoodie)

Suasana santai yang dulu terasa kini mulai berkurang. Nongkrong lama tanpa tujuan jelas pun tidak lagi senyaman dulu.

Baca Juga: Nggak Bakal Nyesel, Ini 7 Bakpia Jogja Paling Cocok untuk Lidah Wisatawan

Kopi Klotok: Dari Warung Sederhana Jadi Spot Viral

Perubahan serupa juga terjadi pada Kopi Klotok di kawasan Pakem, Sleman. Tempat ini dulu dikenal sebagai warung sederhana dengan menu khas rumahan dan suasana pedesaan yang tenang.

Banyak orang datang untuk menikmati pagi dengan secangkir kopi dan camilan sederhana. Aktivitas ini bahkan menjadi rutinitas bagi sebagian pekerja sebagai “pemanasan” sebelum memulai hari.

Namun, popularitas Kopi Klotok melonjak pesat berkat media sosial. Kini, tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan.

Akibatnya, antrean panjang menjadi hal biasa, dan harga pun perlahan meningkat. Bagi sebagian warga lokal, pengalaman yang dulu sederhana kini terasa lebih rumit dan kurang nyaman.

Baca Juga: Lasem Rembang, Destinasi Wisata Penuh Sejarah, Sekadar untuk Singgah atau Menetap?

Gudeg: Dari Makanan Rakyat ke Kuliner Premium

Sebagai ikon kuliner Jogja, gudeg memiliki sejarah panjang sebagai makanan rakyat. Dulu, gudeg dibuat dari nangka muda sebagai alternatif pengganti daging, menjadi solusi bagi masyarakat dengan ekonomi terbatas.

Selain murah, gudeg juga tahan lama. Hal ini membuatnya menjadi pilihan praktis bagi banyak keluarga. Tidak heran jika gudeg identik dengan kesederhanaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jogja.

Kini, gudeg telah mengalami transformasi besar. Banyak varian premium bermunculan dengan tambahan lauk seperti ayam kampung, telur, hingga krecek berkualitas tinggi.

Ada juga gudeg dalam kemasan kaleng sebagai oleh-oleh. Perubahan ini membuat harga gudeg di beberapa tempat menjadi jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Sabtu-Minggu di Purwokerto, Kuliner dan Liburan Slow Living Seru di Kaki Gunung Slamet 

Ketika Kuliner Tak Lagi Merakyat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X