Libur Lebaran Kesempatan Untuk Menikmati Segarnya Limun Oriental Pekalongan

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 31 Maret 2025 | 15:00 WIB
Limun Oriental yang sudah ada sejak seabad lalu (Visit Jateng)
Limun Oriental yang sudah ada sejak seabad lalu (Visit Jateng)

TITIKTEMU.CO, Tak cuma Batik yang bisa dijadikan buah tangan ketika berkunjung ke Pekalongan untuk berlebaran tahun ini.

Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet yang berdiri sejak 1920 ini sudah menjadi minuman legendaris khas Pekalongan pas dicicip saat libur lebaran. Meskipun minuman beruap ini sudah bisa ditemukan di beberapa kota lain, namun tak ada salahnya jika anda mampir berkunjung langsung ke kedai sekaligus pabriknya. 

Letak kedai dan pabriknya pun bisa terbilang strategis lantaran berada di area pusat budaya Kota Pekalongan, Jetayu. Kunjungan ke Limun Oriental pun bisa menjadi satu paket wisata saat anda berkeliling ke daerah Jetayu. Sebelumnya anda bisa mengeksplor khasanah batik Nusantara di Museum Batik Pekalongan. Setelahnya anda bisa menikmati kesegaran Limun sembari melepas penat anda usai eksplor kawasan Jetayu. 

Bagi anda yang sudah mengenal lama, tentunya berkunjung dan menikmati Limun Oriental bisa menjadi obat nostalgia. Di Pekalongan sendiri, Limun Oriental biasanya menjadi salah satu suguhan saat lebaran, ataupun minimum ringan saat masih bocah. Bahkan dengan melihat warna-warni botolnya saja, sensasi kesegarannya bisa langsung menyeruak. 

Baca Juga: Dua Minuman Khas Kota Solo: Dawet dan Gempol Pleret, Bedanya Apa ?

Di pabrik sekaligus kedai yang berada di Jalan Rajawali Utara Panjang Wetan ini anda bisa menikmati berbagai varian rasa Limun Oriental. Mulai dari rasa kopi, nanas, sirsak, mangga, frambos, jeruk dan lemon. Bagi yang ingin mencoba rasa lain, ada juga rasa soda original yang biasa disajikan dalam menu soda gembira. 

Tak hanya bisa meneguk kesegarannya, di sini anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan minuman beruap ini. Pabriknya yang masih mempertahankan arsitektur zaman dulu ini pun bisa semakin menambah syahdunya momen nostalgia Anda. 

Kini, Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet pun sudah memasuki usia 1 abad. Tentunya bukan perjalanan yang mudah bagi Limun Oriental untuk tetap eksis hingga sekarang. Minuman yang kerap disebut "Aer Belanda" ini pun sempat merasakan jatuh bangun untuk tetap bertahan di tengah gempuran globalisasi. 

"Sekitar tahun 1980-an, penjualan Limun Oriental sempat meredup karena banyak merek minuman bersoda produksi luar negeri masuk ke Indonesia. Kami memang tidak sampai tutup, tapi penjualan turun drastis. Kami hanya melayani pesanan-pesanan lokal saja,” tutur Generasi Kelima Pengelola Limun Oriental, Bernardi. 

Baca Juga: Asyiknya Menikmati Es Lontrong Yang Cuma Ada Di Slawi

Namun melihat perkembangan tren masa kini, pada 2017 lalu pun Bernardi pun berinovasi dengan membuka kedai di beranda rumahnya. Inovasinya ini pun disambut hangat pemuda Pekalongan sekitarnya yang memang tengah hobi kongkow. Hingga mulailah nama Limun Oriental kembali eksis, dan semakin dikenal sebagai salah satu ikon oleh-oleh khas Pekalongan. 

Untuk meneguk kesegarannya, anda pun tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Jika diminum di tempat, hanya akan dikenakan biaya Rp7.500 per botolnya. Dan jika ingin di bawa pulang anda hanya dikenakan biaya Rp10.000 per botol. Namun bagi anda yang ingin menjadikannya buah tangan, anda tak perlu khawatir. Di sini anda juga bisa mendapatkan kemasan kardus isi enam botol yang dibanderol Rp60.000 per boksny

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Visit Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X