" Simbah putri (nenek) dari dulu selalu mewanti-wanti agar bacemnya manis dan enak lalu jadahnya harus ditumbuk. Maka proses pembuatannya cukup memakan waktu lama. Kini, cita rasa manisnya disesuaikan agar tidak terlalu manis tetapi pas. Kita memang membuat makanan otentik berkualitas dan sudah dikemas secara kekinian," pungkas Angga
Artikel Terkait
Ayam Ingkung Ternyata Bukan Sekedar Kuliner Sedap , Tapi Juga Sarat Filosofi
Mencecap Kudapan Lawas Khas Mataram Di Pasar Lawas
Cuaca Panas, Es Jadi Minuman Diincar Di Solo
Sarapan Pagi Dengan Nasi Ayam Bu Pini Membuat Semarang Jadi Tak Terlupakan
Aneka Wedang Rempah Yang Ampuh Usir Masuk Angin