TITIKTEMU.CO, Jepara – Kagama 4x4 Adventure melakukan penghijauan di kawasan hutan kritis di kawasan Hutan Pinus Setro Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Sebanyak 8.000 bibit tanaman pohon ditanam di situ, yang tergolong daerah kritis sebagai langkah antisipasi terhadap dampak terjadinya bencana banjir di beberapa daerah.
Dalam siaran pers Kagama 4x4 Adventure, disebutkan dari sejumlah itu terdiri dari tanaman keras semacam mahoni, tanaman buah keras seperti buah jambu dan nangka. Bibit-bibit tersebut tidak hanya ditanam di kawasan tersebut, melainkan juga dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Sebanyak 902 Warga Mengungsi
Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo mengatakan penghijauan kembali di pegunungan Muria menjadi hal utama untuk mengurai masalah banjir yang terjadi di Kudus dan Pati, usai menanam pohon bersama Kagama 4X4 Adventure. Sabtu (4/12/)
Menurutnya, kawasan tersebut sangat kritis sehingga harus sering ditanami pohon. Apalagi saat ini musim hujan, kawasan area lereng Muria rawan banjir.
Untuk itulah, kata dia, Kagama 4x4 Adventure menyelenggarakan penanaman 8.000 bibit pohon yang sebagian ditanam di kawasan Hutan Pinus Setro yang ada di Kecamatan Batealit, sebagian lagi diberikan kepada masyarakat untuk ditanam di daerahnya masing-masing.
Baca Juga: BNPB: Erupsi Gunung Semeru, Hingga Minggu Pagi, 13 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
“Pegunungan Muria menjadi prioritas untuk dilakukan penghijauan, karena banjir yang ada di Kabupaten Kudus dan Pati ternyata sumbernya dari kerusakan cukup parah yang ada di kawasan hutan di Batealit.” kata Ganjar.
Dia berharap masyarakat sadar dengan kondisi hutan Muria saat ini jadi masyarakat bisa sering menamam pohon di kawasan tersebut.
"Kritis banget hutannya. Kalau kita melihat pakai drone itu kelihatan gundul. Makannya sering banjir. Karena apa ? Karena hutannya rusak," kata Ganjar.
Baca Juga: 7 Letusan Gunung Paling Dahsyat & Mematikan di Indonesia
Menurutnya, langkah tersebut sangat efektif dilakulan pada musim hujan saat ini.
"Mumpung kita masih dikasih hujan. Kita tanam sebanyak-banyaknya. Agar anak cucu kita nanti mendapatkan manfaat lebih banyak,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Hadapi Varian Omicron Covid-19, Begini Aturan Protokol Kesehatan Baru
Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron
Antisipasi Virus Corona Varian Omicron, Pemerintah RI Menolak Kedatangan WNA dari Wilayah Afrika
Awas Omicron! Ini Aturan Baru Perjalanan Internasional dari Satgas Covid-19
Tetap Prokes! Begini Gejala Varian Omicron dan Cara Pencegahannya