TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Usia remaja rentan mengalami masalah kejiwaan atau mental, yang dikarenakan pada masa itu sudah mulai mendapatkan tekanan.
Pakar ilmu kejiwaan yang juga Dekan Fakultas Psikologi Universitas YARSI Jakarta, Octaviani Ranakusuma, seperti dikutip titiktemu.co dari Antaranews, menyebutkan usia remaja rentan mengalami masalah mental atau kejiwaan.
“Berdasarkan Riskesdas 2018 disebutkan masalah mental atau kejiwaan seperti stress, cemas, dan depresi meningkat pada usia remaja. Karena pada usia remaja mulai banyak tekanan dan memicu masalah-masalah lain,” ujar Octaviani dalam webinar “Curhat Yuk Masa Remaja vs Galau” yang dipantau di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 30 September 2021 Batas Akhir Kartu Prakerja Gelombang 19. Simak Caranya Agar Insentifmu Tidak Diblokir
Dia menambahkan karena pada usia remaja mulai mendapatkan tekanan, maka tak heran remaja kerap terlibat dalam berbagai kegiatan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan, seperti merokok, mengebut, narkoba hingga seks bebas.
“Sebanyak dua dari 100 anak di Indonesia itu merokok,” kata dia.
Selain itu, juga kerap terjadi kehamilan di luar nikah, pernikahan dini dan juga putus sekolah. Apalagi pada masa pandemi COVID-19, angka perkawinan anak meningkat.
Dia menambahkan karena pada usia remaja mulai mendapatkan tekanan, maka tak heran remaja kerap terlibat dalam berbagai kegiatan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan, seperti merokok, mengebut, narkoba hingga seks bebas.
“Sebanyak dua dari 100 anak di Indonesia itu merokok,” kata dia.
Selain itu, juga kerap terjadi kehamilan di luar nikah, pernikahan dini dan juga putus sekolah. Apalagi pada masa pandemi COVID-19, angka perkawinan anak meningkat.
Baca Juga: Banyak Kritikan, Facebook Tunda Pengerjaan Instagram Kids
Octaviani menambahkan pada usia remaja, emosi cenderung meledak-ledak dan kemampuan berpikir lebih lambat. Selain itu juga terdapat peningkatan produksi hormon yakni estrogen dan testoteron yang mempengaruhi proses belajar.
Perubahan pada dalam diri tersebut, membuat remaja tidak nyaman dengan tubuhnya yang dapat menyebabkan gangguan makan. Selain itu juga remaja juga rentan mengalami stress dan menyebabkan gangguan kecemasan.
Octaviani menambahkan pada usia remaja, emosi cenderung meledak-ledak dan kemampuan berpikir lebih lambat. Selain itu juga terdapat peningkatan produksi hormon yakni estrogen dan testoteron yang mempengaruhi proses belajar.
Perubahan pada dalam diri tersebut, membuat remaja tidak nyaman dengan tubuhnya yang dapat menyebabkan gangguan makan. Selain itu juga remaja juga rentan mengalami stress dan menyebabkan gangguan kecemasan.
Dia menambahkan kondisi itu dapat diatasi dengan cara mengenali kondisi emosi, mencari bantuan dan melakukan konseling jika diperlukan. Para remaja dapat mengakses layanan kesehatan baik secara daring dan luring.
Universitas YARSI mengembangkan layanan GALAW V.2 dan Ruang Sandar berbasis Android, yang dapat menjadi alternatif bagi remaja dalam membantu mengatasi persoalan psikolgis.***
Artikel Terkait
Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Wanita Sebelum Menikah, Apa Saja?
Awas! Terlalu Banyak Minum Air atau Overhidrasi Bisa Keracunan, Ini Tanda-tandanya
Mengapa Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan? Begini Penjelasannya
Olahraga Ternyata Bisa Berdampak Pada Tingkat Kesuburan. Begini Penjelasannya...
Memasuki Musim Hujan, Ini Tiga Tanaman Herbal yang Ampuh Meningkatkan Kekebalan Tubuh