Partikel-partikel ini dapat memasuki sistem pencernaan dan mengendap di organ-organ tubuh, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
Beberapa potensi bahaya dari mikroplastik antara lain:
- Gangguan Endokrin: Beberapa jenis plastik mengandung bahan kimia berbahaya seperti bisphenol A (BPA) yang dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh.Ini bisa menyebabkan masalah kesehatan reproduksi, perkembangan anak, dan masalah metabolisme.
- Peradangan dan Kerusakan Jaringan: Mikroplastik yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan peradangan kronis pada tubuh manusia. Peradangan ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.
- Akumulasi Toksin:Mikroplastik juga berpotensi mengikat dan mengandung berbagai bahan kimia berbahaya dari lingkungan, seperti pestisida, logam berat, dan polutan organik lainnya yang bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar.
Sumber-Sumber Mikroplastik
Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai sumber yang tersebar di sekitar kita. Berdasarkan penelitian, ada beberapa sumber utama microplastik yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia:
1. Makanan Laut.
Ikan, udang, dan makanan laut lainnya telah diketahui mengandung mikroplastik karena sering kali mengonsumsi partikel plastik yang tercemar di laut. Selain itu, proses pengolahan makanan laut juga dapat memperburuk kontaminasi ini.
2. Air Minum
Penelitian menunjukkan bahwa microplastik juga ditemukan dalam air minum, baik yang berasal dari air kemasan botol plastik maupun air sumur dan air ledeng yang terkontaminasi.
3. Produk Konsumen.
Beberapa produk konsumen seperti kosmetik, deterjen, dan produk perawatan pribadi lainnya mengandung microplastik yang dapat terlepas ke lingkungan. Setelah digunakan, partikel-partikel ini bisa mencemari air dan tanah.
4. Sampah Plastik.
Plastik sekali pakai seperti botol, kantong, dan pembungkus makanan yang dibuang sembarangan menjadi sumber utama terciptanya secondary microplastics di lingkungan.
Baca Juga: Tips Jitu Puasa Sehat dan Antilemas bagi Penderita Obesitas Dari Pakar Unpad
Penelitian yang dipublikasikan dalam Evironmental Science and Technology mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata mengkonsumsi 15 mg mikroplastik setiap hari, sebagian besar melalui makanan laut dan air minum.
Angka ini cukup memprihatinkan karena semakin banyak produk berbasis plastik yang digunakan di kehidupan sehari-hari.