Lakukan OTT, Komika Klaten Membantu Warga Sekitar

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:15 WIB
Sarang tawon yang berhasil diamankan relawan Komika (jatengprov.go.id)
Sarang tawon yang berhasil diamankan relawan Komika (jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, KLATEN – Komika Klaten melakukan OTT. Namun berbeda dengan OTT yang dilakukan penegak hukum. OTT yang dilakukan oleh Komunitas Sungai Kalikotes (Komika) Klaten ini bukan operasi tangkap tangan, tetapi Operasi Tangkap Tawon.

Komika adalah relawan yang aktif dan fokus pada kegiatan pelestarian sungai di Klaten, khususnya Sungai Kuning (Kecamatan Kalikotes). Operasi tangkap tawon ini Komika Klaten lakukan untuk membantu warga.

Rabu malam (20/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB, sebanyak lima orang relawan Komika bertindak melakukan OTT di salah satu rumah warga di Kerun Baru RT03/14 Belangwetan, Klaten Utara.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Jembatan Sei Alalak Banjarmasin

Rumah tawon yang bersarang di pohon mangga milik warga dengan seukuran kepala orang dewasa, berhasil dibersihkan.

“Malam ini tim relawan Komika Kalikotes menerima dua aduan warga terkait keberadaan rumah tawon vespa. Satu permintaan di Belangwetan, Klaten Utara dan lainnya di wilayah Kecamatan Wedi. Tim eksekusi dibagi dua. Satu bergerak ke Kecamatan Wedi, dan satu tim bergerak ke Klaten Utara,” kata Maryadi (40) salah satu penggerak Komika saat ditemui di lokasi OTT.

Baca Juga: Dapat Bantuan 5 Mobil Operasional Vaksinasi Covid-19, Yogyakarta Gaspoll!  

Ia mengatakan, posisi rumah tawon yang ada di ujung dahan cukup menyulitkan relawan. Bahkan beberapa ekor tawon ndhas sempat keluar, karena terganggu oleh gerakan dan cahaya lampu petugas relawan.

“Jumlah tawon sekitar 50 sampai 60 ekor berhasil kami musnahkan. Jadi relawan Komika selain menjaga kelestarian Sungai Kuning, membantu pemulasaran jenazah Covid di wilayah Kecamatan Kalikotes. Kami juga membantu warga yang membutuhkan untuk menjinakkan tawon ndhas,” terangnya.

Pelapor adanya sarang tawon ndhas di pekarangan rumahnya adalah warga pemilik rumah yang khawatir akan keberadaan tawon yang mematikan.

Baca Juga: Lengkap! Begini Aturan Baru Perjalanan Darat, Laut, Udara dan Penyeberangan

Lokasi yang berdekatan dengan pemukiman dan tempat tinggalnya membuatnya khawatir akan keselamatan anggota keluarga dan warga sekitar.

“Ini mulai menjelang musim hujan. Angin kencang beberapa kali terjadi. Kami khawatir, kalau angin besar, sarang tawon itu jatuh dan mengamuk. Siangnya kami lapor, lalu malam berikutnya langsung bisa dieksekusi. Alhamdulillah kami sekarang bisa lebih tenang dari gangguan tawon ndhas” ungkapnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X