TITIKTEMU.CO, BOYOLALI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali memperluas kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di berbagai jenjang.
Untuk jenjang SMP, Disdikbud Kabupaten Boyolali telah melakukan uji coba PTM di 48 SMP Negeri se-Kabupaten Boyolali.
Masih ada empat SMP Negeri lainnya yang belum melakukan uji coba, karena pada beberapa kecamatan, terdapat lebih dari dua SMP Negeri
“Praktis ada empat SMP negeri yang belum uji coba. Sudah kita beri kesempatan masing-masing kecamatan satu SMP, kemudian kita perluas, jadi tambah satu SMP lagi,” ujar Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Darmanto pada Kamis, 21 Oktober 2021.
Baca Juga: Nasib dan Sifat Seseorang Berdasarkan Letak Tahi Lalat di Bagian Kepala ke Bawah
Sementara itu, untuk jenjang SD, Darmanto menambahkan, setelah melakukan evaluasi kegiatan PTM di 56 SD inti, seluruhnya berjalan dengan baik, tidak ada hal yang negatif serta tak ada komplain dari masyarakat.
Karena itu, untuk jenjang SD, atas izin dari Bupati Boyoali, diperluas menjadi setiap desa satu SD yang melaksanakan PTM, sehingga total ada 267 SD di desa/kelurahan ditambah dengan 56 SD inti.
“Kita sudah laporkan ke Bupati, dan Bupati mengijinkan untuk tambah masing-masing desa atau kelurahan satu,” ungkap Darmanto.
Baca Juga: Derbi Indonesia di Denmark Open 2021, Kevin/Marcus Disingkirkan Maulana/Fikri
Darmanto mengatakan, kegiatan PTM untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Boyolali juga mulai diujicobakan di TK Pembina Boyolali di Singkil, untuk menjadi percontohan bagi 700 lembaga PAUD-TK yang lainnya.
“Setelah uji coba SMP dan SD, hari ini kita coba praktek di TK Pembina untuk nantinya kita sebar luaskan ke TK-TK di seluruh Kabupaten secara bertahap,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Kepala Sekolah TK Pembina Boyolali, Sri Widayati mengaku senang, sekolah miliknya menjadi tempat uji coba PTM jenjang TK.
Baca Juga: 7 Film Bertema Sepakbola yang Sangat Menyentuh, Sudah Nonton?
Dengan siswa berjumlah 112 anak, PTM dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 7.30-8.30 WIB dan sesi kedua 9.30-10.30 WIB. Masing masing sesi, hanya diikuti oleh lima anak.
“Teknis masuk, jadi anak anak itu yang kelompok A melalui pintu gerbang selatan dan kelompok B melalui pintu gerbang utara. Setiap harinya hanya lima anak yang datang pada sesi pertama, sesi kedua juga demikian,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Terungkap, Peredaran Rokok Tanpa Cukai Di Boyolali
Susu Beruang Berkurang, Susu Segar Terbilang. Peternak Sapi Boyolali Rebound!
Wow! Siswi MI di Boyolali Bikin Robot Pendeteksi Suhu Tubuh dan ATM Masker
Kesehatan Sapi di Boyolali Dipantau Petugas Disnakan, Populasinya 180 Ribu Ekor
Bila Kemarau Tiba, 5 Desa di Kaki Gunung Merapi di Boyolali, Kekeringan