TITIKTEMU.CO KULON PROGO – Kegiatan bersama guna mendukung Gerakan Cinta Laut Kulon Progo kembali berlangsung.
Kali ini diwujudkan dengan aksi bersih 4 (empat) pantai, masing-masing Pantai Bugel, Pantai Trisik, Pantai Glagah dan, Kulon Progo.
Gerakan cinta laut ini dihadiri Bupati Kulon Progo Drs. Sutedjo. dan juga Kepala Dinas Pariwisata Joko Mursito, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. Sudarna, para pimpinan dinas lain dan warga masyarakat.
Baca Juga: Masuk Nominasi Anugerah Wisata Indonesia, Desa Wisata Sumberbulu Tawarkan Kearifan Lokal
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Sudarna, menjelaskan gerakan cinta laut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-70 Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan ini selaras dengan program unggulan Kulon Progo yaitu gerakan Jogosegoroku, yakni program untuk menjaga serta mengelola pantai dan laut di Kulon Progo dengan tetap memperhatikan dan melestarikan sumber daya alam yang ada.
Baca Juga: Tempat Wisata Wonogiri Mulai Buka, Bupati Jekek: Maaf Anak-anak Belum Boleh Masuk
“ Gerakan cinta laut terselenggara atas kolaborasi Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan, Kegiatan bersih pantai Jogosegoroku, dilaksanakan serentak disepanjang pantai Kulon Progo, yang secara keseluruhan diikuti oleh diikuti 300 peserta yang berada dibeberapa titik dengan perincian TPI Trisik, TPI Glagah,TPI Bugel, dan TPI Congot” ujar Sudarna seperti dilaporkan laman Pemkab Kulon Progo.
Gerakan bersih pantai merupakan program up to date ketika destinasi-destinasi wisata masih ditutup sementara pada masa pandemi diberlakukannya ppkm.
Pemerintah masih menetapkaan DIY berada pada level 3 sehingga destinasi wisata belum dibuka, Oleh karena itu hal ini, perlu dimanfaatkan untuk memelihara, menjaga dan melindungi Sumber daya alam yang ada di Kulon Progo
Baca Juga: Desa Wisata Samiran, Menikmati Kopi dan Jadah Bakar di Lereng Merapi-Merbabu
Bupati Sutedjo menuturkan gerakan cinta laut yang merupakan bagian Program Jogosegoroku merupakan kegiatan yang cukup penting.
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga dan melindungi konservasi sumber daya alam yang ada.
Artikel Terkait
Berkas Lengkap, Penyelundup Anjing Ilegal Di Kulon Progo Akan Segera Diadili
Yes! Kereta Api Bandara YIA Diresmikan, Yogyakarta-Kulonprogo Hanya 40 Menit
Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogya Capai 26,2 %, Uang Ganti Rugi 1,7 Triliun Digelontorkan
Program Jogo Kaliku Sipatin, Tradisi Baru yang Harus Dilakoni Pasangan Pengantin di Kulon Progo
Gelar GoART! Ajak Bangkit Pariwisata Yogya
Yogyakarta Membuat Hutan Tematik Wana Boga Pohon Nangka, Bahan Baku Gudeg Makanan Khas Yogya