TITIKTEMU.CO, SRAGEN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengunjungi Museum Purbakala Sangiran di Kalijambe, Sragen, Sabtu (9/10/2021).
Sandiaga didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Menyusul PPKM level 2, kawasan wisata Sangiran kembali dibuka.
Menparekraft tiba sekitar pukul 11.45 WIB menaiki bus transit. Sesampai di depan loket, Sandiaga membayar tiket Rp 4 juta untuk sekitar 500 orang.
Baca Juga: Asyiik! Sekarang Ada Pusat Kuliner Hele Yo di Pinggir Danau Sentani
Selanjutnya Sandiga masuk untuk melihat koleksi fosil dan berbagai peninggalan zaman pleistocen (sektar dua juta tahun lalu) Museum Sangiran.
Sestinasi wisata Museum Sangiran atau museum manusia purba ini berada di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, sekitar 17 kilometer ke arah utara Solo.
Tiket masuknya kawasan ini Rp 8.000 untuk wisatawan domestik. Museum Sangiran menyimpan puluhan ribu fosil.
Baca Juga: Gua Batu Cermin Pilihan Lain Bagi Wisatawan di Labuan Bajo yang Makin Diminati
Di dalam museum Sangiran tersimpan lebih dari 3.000 fosil yang ditata secara rapi di bangunan tiga lantai.
Fosil-fosil lengkap mulai dari fosil manusia, hewan darat dan laut, tumbuhan, batu-batuan, sedimen tanah, termasuk peralatan batu purba pada sekitar 800.000-250.000 tahun lalu.
Beberapa fosil antara lain tanduk banteng purba, tulang paha dan kepala gajah purba, kepala buaya purba.
Di ruang depan terpampang diorama kehidupan homo erectus Sangiran pada 500.000 tahun lalu, juga prototipe Manusia Flores (Sangiran 17).
Prototipe tersebut merupakan karya terbaik Elisabeth Daynes, Harry Widianto, dan Dominique Grimaud-Herve. Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil.
Artikel Terkait
Rumah Atsiri, Belajar Meracik Minyak Aeroterapi di Tawangmangu
Tanah Papua... Ada 5 Surga di Ujung Timur Indonesia
Ini Empat Warisan Alam Indonesia yang Diakui UNESCO, Salah Satunya Taman Nasional Komodo
Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah
Museum Sewu Rai, Wisata Spiritual Seribu Wajah Bernuansa Jepang
Seperti Kembali ke Zaman Batu, Ini 7 Desa Megalitikum yang Layak Dikunjungi