“Alhamdulillah saudi Arabia kembali normal, tidak lagi menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya melalui keterangan tertulis.
Menurut Zaky kebijakan ini juga memberi angin segar kepada calon jemaah haji dan umrah.
Zaky menyebut aturan pencabutan pembatasan Covid-19 ini tertuang pada surat edaran General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.
Adapun rincian kebijakan baru Arab Saudi terkait pandemi Covid-19 dalam surat edaran GACA, sebagai berikut:
- Shaf salat kembali rapat tanpa jarak di semua masjid di Arab Saudi, termasuk Masjidil Haram dan Nabawi. Namun penggunaan masker di ruangan tertutup masih diterapkan.
- Tidak perlu menjaga jarak atau social distancing di tempat umum.
- Tidak diwajibkan memakai masker di tempat terbuka.
- Tidak diwajibkan PCR dan antigen ketika datang ke Arab Saudi.
- Adanya asuransi yang mengcover Covid-19 selama berada di Arab Saudi untuk berjaga-jaga dalam pembiayaan jika terkena virus corona.
- Karantina dihapuskan bagi orang-orang yang datang ke Arab Saudi.
- Penerbangan wajib mengembalikan biaya karantina pada pendatang yang sudah membayar.
Meski ada pelonggaran, pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya vaksinasi, termasuk vaksin booster, dan melakukan verifikasi status kesehatan pada aplikasi "Tawakkalna" untuk memasuki berbagai fasilitas publik di Arab Saudi.***
Artikel Terkait
Tok! Biaya Umrah Rp28 Juta, Diberangkatkan Setelah 6 Januari
Menag Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Tidak Ada Penghentian Umrah. Tetap One Gate Policy
Pintu Umrah Sudah Dibuka, 3.615 Calon Jemaah Umrah Jogja Antre Berangkat
Surat dalam Al Quran Lengkap dengan Arti dan Jumlah Ayat. Al-Baqarah Terpanjang dan Al-Kautsar Terpendek
SNMPTN : Jangan Ghosting! Banyak Sanksi Bagi yang Lolos SNMPTN Tapi Tidak Mengambilnya
SBMPTN : 8 Fakta UTBK SBMPTN 2022, Peserta Harus Tahu, Biar Lancar Saat Ujian
SBMPTN : 5 PTN Terbanyak Pendaftarnya di SBMPTN 2021. Prodi Kedokteran Paling Diminati Hampir di Semua PTN