TITIKTEMU.CO, MELBOURNE - Polisi Australia menangkap sedikitnya 267 Demonstran anti lockdown di dua wilayah berbeda di Negeri Kanguru tersebut, Sabtu (28/9/2021). 235 demonstran ditangkap di Melbourne, sementara 32 lainnya diamankan di Sydney. Hingga malam, pihak kepolisian masih mengadakan penjagaan ketat di kawasan perkotaan seluruh wilayah Australia.
Dilansir TITIKTEMU.CO dari reuters, demonstrasi anti-lockdown tersebut, memicu bentrokan sehingga puluhan pengunjuk rasa dan petugas terluka. Polisi Victoria mengatakan enam petugas harus menjalani rawat inap.Sebelumnya, sekitar 700 demonstran melakukan konsentrasi di beberapa wilayah di Melbourne.
Baca Juga: Gawat! Kasus Covid Mendadak Melonjak di Singapura, Siswa Kembali Belajar di Rumah
Sementara itu, pihak pemerintah setempat telah menyiagakan 2,000 personel kepolisian menyusul kebijakan zona larangan keluar masuk kota (lockdown) di wilayah tersebut.
Petugas juga mendirikan pos-pos pemeriksaan dan barikade di ruas-ruas jalan keluar masuk wilayah untuk angkutan umum maupun pribadi. Di Sydney, petugas regu anti huru hara, patroli jalan raya, detektif dan polisi lalu lintas juga dikerahkan ke jalan-jalan, mencegah pertemuan besar.
Diketahui, Australia tengah berjuang melawan Covid-19 varian Delta, sejak pertengahan Juni. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, dengan kebijakan lockdown di beberapa wilayah seperti Sydney, Melbourne, dan ibu kota Canberra.
Dilaporkan, jumlah kasus baru Covid 19 di Australia pada Sabtu (18/9/2021) ada 1.882 kasus, sebagian besar di Sydney.
Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus, pemerintah memblokir sebagian akses di Victoria, New South Wales, dan Canberra. Kebijakan tersebut akan diberlakukan sampai setidaknya 70% dari warga yang berusia 16 tahun ke atas sudah divaksinasi sepenuhnya. Sementara program vaksinasi sendiri diperkirakan akan selesai pada akhir Oktober atau awal November mendatang.
Baca Juga: Pernah Dengar Istilah ‘Lunaediesophobia’? Ternyata ini Artinya…..
Tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan telah membantu Australia menjaga jumlah kasus Covid-19 relatif rendah, dengan total di bawah 85.000 kasus dan 1.145 kematian sejak awal pandemi.
Sebagian besar orang Australia mendukung vaksinasi dan langkah-langkah penerapan disiplin protokol kesehatan, tetapi terkadang muncul protes sporadis dandan berujung aksi kekerasan terhadap pengelolaan pandemi.
Tetapi, aksi protes kadang-kadang muncul secara seporadis, terkadang diwarnai kekerasan, dalam menentang penanganan pandemi.