Tetapi semua teknologi itu, menurut Hasui, tetap hanya alat.
“Yang terpenting tetaplah karakter.”
Itulah inti yang ingin dipertahankan sang sutradara. Adegan motor memang menjadi daya tarik besar, tetapi porsinya hanya sebagian dari keseluruhan film.
Fokus sebenarnya justru berada pada hubungan Chihaya dengan Inspektur Jugo Yokomizo. Jugo disebut sudah cukup jelas menunjukkan perasaannya, sementara Chihaya tampaknya masih belum memahami apa yang sebenarnya ia rasakan.
Baca Juga: Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Ganjar Justru Respons Begini
Hasui bahkan membandingkan dinamika keduanya dengan fase awal hubungan Sato dan Takagi. Jadi, di balik suara mesin motor dan ledakan yang membuat jantung ikut balapan, Conan Movie 29 ternyata menyimpan cerita tentang dua orang yang mungkin sedang terlambat menyadari perasaan sendiri.
Dan mungkin justru di situlah kekuatan Detective Conan selama hampir tiga dekade: setiap film boleh berubah bentuk, tetapi karakternya tetap punya alasan untuk membuat penonton kembali.***