Dalam pernyataannya, Trump menyebut Chalie Kirk sebagai sosok yang sangat memahami generasi muda Amerika.
“Tak ada yang mengerti hati anak muda Amerika lebih baik daripada Charlie,” tulis Trump.
Baca Juga: Gen Z Nepal Bikin Dunia Terhenyak: BEM UI Ingatkan Indonesia Bisa Bernasib Sama!
Kesalahan Informasi Awal
Pada hari yang sama, pukul 16.21 waktu setempat, Direktur FBI Kash Patel sempat mengumumkan bahwa seorang tersangka sudah ditangkap.
Namun, informasi tersebut kemudian dikoreksi karena orang yang diamankan ternyata bukan pelaku utama. Dia kemudian dibebaskan setelah menjalani interogasi.
Kejadian ini sempat menimbulkan kebingungan di publik, tetapi pihak FBI menegaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan secara intensif untuk mengejar pelaku sebenarnya.
Baca Juga: Nepo Baby Nepal: Dari Tas Branded hingga Kerusuhan Jalanan, Begini Ceritanya
Publikasi Foto Tersangka
Keesokan harinya, Kamis 11 September, sekitar pukul 09.48 pagi, FBI merilis foto pertama yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan Charlie Kirk.
Dalam foto itu terlihat seorang pria mengenakan kacamata hitam, topi biru tua, dan kaus hitam bergambar bendera Amerika serta elang botak besar di bagian depan. Dia terlihat sedang menaiki tangga di sekitar area kampus.
Foto ini menjadi titik balik penting. Publik diminta memberi informasi jika mengenali sosok tersebut. Tidak lama setelah foto beredar, pihak keluarga Tyler Robinson menghubungi kepolisian.
Mereka menyatakan Robinson menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, dan bahkan sempat mengaku atau memberi isyarat bahwa dia pelaku penembakan Chaelie Kirk.
Baca Juga: Pesan Rahasia di Selongsong Peluru: ‘Bella Ciao’ dan Misteri di Balik Kasus Charlie Kirk
Penangkapan Tyler Robinson