Kemlu Pastikan 57 WNI di Nepal Aman, Siapkan Opsi Pemulangan Usai Situasi Kondusif

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 11 September 2025 | 12:21 WIB
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, ungkap kondisi WNI di Nepal. (Tangkapan layar YouTube MoFA Indonesia)
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, ungkap kondisi WNI di Nepal. (Tangkapan layar YouTube MoFA Indonesia)

TITIKTEMU.CO – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman di tengah situasi politik yang memanas.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa berdasarkan komunikasi terakhir tidak ada laporan WNI yang menjadi korban. “Tidak ada WNI yang menjadi korban,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/9/2025).

Judha menyebut saat ini ada 57 WNI di Nepal, dengan 43 di antaranya merupakan delegasi yang menghadiri sejumlah pertemuan internasional. Dengan kondisi Nepal yang mulai kondusif dan Bandara Internasional Tribhuvan sudah kembali dibuka, opsi pemulangan ke Indonesia semakin terbuka.

Baca Juga: Erick Thohir Respons Kritik Pelatih Timnas U-23, Siapkan Regulasi Baru Liga hingga Piala Presiden 2026

“Kami terus menyiapkan langkah kontingensi. Informasi terakhir, situasi relatif membaik, bandara sudah dibuka. Kita doakan semakin baik,” ucap Judha. Ia menambahkan, evakuasi akan dilakukan bila memang diperlukan.

Kemlu juga telah mengeluarkan imbauan resmi kepada WNI di Nepal agar menunda aktivitas di luar rumah, menjauhi lokasi demonstrasi, serta tetap berkomunikasi dengan KBRI Dhaka dan Konsulat Kehormatan RI di Kathmandu melalui kontak darurat yang tersedia.

Baca Juga: Mahfud MD Beberkan Alasan Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo dan Kisah Pilu Usai Rumah Dijarah

Seperti diketahui, Nepal tengah dilanda gejolak politik setelah aksi demonstrasi besar berujung kerusuhan menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Situasi ini memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli, Presiden Ram Chandra Poudel, dan sejumlah pejabat lain mengundurkan diri, sehingga pemerintahan kini diambil alih oleh militer.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X