Megaproyek Rp532 Triliun Thailand Siap Saingi Selat Malaka, Jalur Baru Perdagangan Dunia?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 28 April 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi Thailand siapkan Land Bridge (Instagram @aseannowthailand)
Ilustrasi Thailand siapkan Land Bridge (Instagram @aseannowthailand)

Karena itu, kehadiran jalur alternatif seperti Land Bridge dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok global.

Dalam rencana teknisnya, proyek ini akan menghubungkan dua pelabuhan besar di Thailand selatan. Pelabuhan pertama berada di kota Ranong yang menghadap ke Laut Andaman, sementara pelabuhan kedua berada di Chumphon yang menghadap ke Teluk Thailand.

Kedua titik ini akan dihubungkan oleh jaringan infrastruktur sepanjang sekitar 90 kilometer yang mencakup jalan raya modern, rel kereta api logistik, hingga jaringan pipa energi.

Dengan sistem tersebut, kapal-kapal yang datang dari Samudra Hindia dapat menurunkan muatan di Ranong, lalu barang akan dipindahkan melalui jalur darat menuju Chumphon sebelum kembali dikirim ke Pasifik.

Skema ini diyakini mampu menghemat waktu perjalanan sekaligus mengurangi kepadatan di Selat Malaka.

Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyatakan bahwa pemerintah berencana segera membawa proposal proyek ini ke kabinet pada pertengahan tahun.

Jika disetujui, proses pencarian investor internasional akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.

Meski terlihat ambisius, proyek ini bukan tanpa tantangan.

Sebelumnya rencana serupa sempat tertunda akibat ketidakstabilan politik, proses penilaian dampak lingkungan yang belum rampung, serta penolakan dari sebagian masyarakat lokal yang khawatir terhadap dampak sosial dan ekologi.

Baca Juga: 54 Persen Orang Tua Mulai Potty Training di Usia 2 Tahun. Kamu Belum? Tenang, Ini Faktanya

Namun pemerintah Thailand menilai konsep Land Bridge masih jauh lebih realistis dibandingkan proyek lain yang pernah diwacanakan sebelumnya, yaitu pembangunan Terusan Kra yang akan memotong semenanjung Thailand.

Ide kanal tersebut dianggap terlalu mahal, berisiko terhadap lingkungan, dan berpotensi menimbulkan persoalan keamanan nasional.

Kini pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah proyek ini bisa dibangun, melainkan apakah Land Bridge benar-benar akan mengubah peta perdagangan dunia dan menantang dominasi Selat Malaka yang selama puluhan tahun menjadi jalur utama ekonomi global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Instagram @aseannowthailand

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X