TITIKTEMU.CO - Di tengah perubahan dinamika perdagangan global dan meningkatnya ketegangan di sejumlah jalur pelayaran strategis, pemerintah Thailand kembali menghidupkan ambisi lama.
Mereka membangun sebuah jalur logistik raksasa yang dapat menghubungkan dua samudra besar sekaligus membuka alternatif baru bagi arus perdagangan internasional.
Proyek ini dikenal dengan nama Land Bridge, sebuah megaproyek infrastruktur yang diperkirakan menelan biaya sekitar 1 triliun baht atau setara lebih dari Rp532 triliun.
Gagasan ini kembali mendapat momentum setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas sejumlah jalur laut penting dunia, termasuk penutupan sementara Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak global.
Situasi tersebut mendorong banyak negara untuk mencari rute alternatif guna menjaga kelancaran perdagangan dan energi dunia.
Dalam konteks inilah Thailand melihat peluang besar.
Pemerintah ingin menciptakan koneksi langsung antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik melalui jalur darat modern yang dilengkapi berbagai fasilitas logistik.
Jika berhasil, proyek ini berpotensi menjadi salah satu koridor transportasi paling strategis di Asia Tenggara.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, bahkan secara aktif mempromosikan proyek tersebut kepada berbagai negara yang dianggap memiliki kapasitas investasi besar.
Salah satu target utamanya adalah Singapura yang dikenal sebagai pusat logistik dan pelabuhan tersibuk di kawasan. Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, Anutin menjelaskan potensi ekonomi dan keuntungan strategis dari proyek tersebut.
Secara konsep, Land Bridge dirancang sebagai jalur alternatif bagi Selat Malaka yang selama ini menjadi rute pelayaran utama antara Asia Timur dengan Timur Tengah maupun Eropa.
Selat Malaka sendiri memiliki panjang sekitar 900 kilometer dan melintasi wilayah beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Ketergantungan dunia terhadap jalur tersebut membuatnya menjadi titik sempit atau chokepoint yang sangat sensitif terhadap gangguan geopolitik maupun keamanan.
Baca Juga: Lupakan 10.000 Langkah! Tiga Pertanyaan Sederhana Ini Justru Lebih Menyembuhkan Mentalmu
Artikel Terkait
Self-Care Viral TikTok vs Self-Care Nyata: Kenapa Kamu Tetap Lelah Meski Sudah Me Time?
Lupakan 10.000 Langkah! Tiga Pertanyaan Sederhana Ini Justru Lebih Menyembuhkan Mentalmu
Kreator Sentenced to Be a Hero Bocorkan Nasib Sekuel, Season 2 Makin Dinanti
Journaling Bukan Sekadar Curhat, Ini Cara Ilmiahnya Bikin Mental Lebih Ringan
Horor Junji Ito Diangkat ke Live Action! Serial Strange Siap Tayang Juli 2026
54 Persen Orang Tua Mulai Potty Training di Usia 2 Tahun. Kamu Belum? Tenang, Ini Faktanya
Resesi atau Peluang? Cara Pengusaha Cerdas Membaca Sinyal Ekonomi 2026
Terhubung 24/7, Tapi Kenapa Kita Makin Cemas? Membaca Kesehatan Mental Generasi Z dan Milenial
Ending Bikin Penasaran! Akankah If Wishes Could Kill Lanjut ke Season 2?
Wuthering Heights Versi Baru Tayang di HBO Max, Dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi