Ketegangan serupa juga beberapa kali muncul dalam beberapa tahun terakhir ketika situasi politik di Timur Tengah memanas.
Konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat serta Israel juga sempat memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan ini.
Ketika risiko keamanan meningkat, biaya pengiriman kapal tanker biasanya ikut melonjak karena perusahaan pelayaran harus membayar premi asuransi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Apa Beda Supreme Leader dan Presiden di Iran? Ini Penjelasan Lengkap Sistem Kekuasaan Republik Islam
Sulit Digantikan Jalur Lain
Beberapa negara produsen minyak sebenarnya memiliki jalur alternatif berupa jaringan pipa untuk mengalihkan ekspor tanpa melalui Selat Hormuz.
Namun, kapasitas pipa tersebut masih terbatas dan tidak mampu menggantikan seluruh volume minyak yang biasanya melintas setiap hari.
Karena itulah Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang sulit digantikan dalam sistem distribusi energi global.
Selama dunia masih bergantung pada minyak dan gas dari Timur Tengah, posisi strategis selat ini akan terus menjadi faktor penting yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan energi dunia.***
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Terbunuh dalam Serangan AS-Israel, Negara Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional
Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Disebut-sebut Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran
Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenlu Usulkan Penundaan Keberangkatan Jemaah Umrah Sementara
Kabar dari Iran: Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel?
Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran
Video Viral Perlihatkan Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup, Lolos dari Serangan?
Prabowo Putar Arah Soal Iran, Kirim Duka untuk Khamenei, Beri Sinyal Keluar dari Board of Peace