Terungkap, Yosua todongkan senjata ke istri Sambo. Sambil mencekik leher dan paksa Putri buka kancing bajunya

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Jumat, 14 Oktober 2022 | 19:08 WIB
Dari dakwaan JPU kasus Sambo, diungkapkan  Brigadir J berada di kamar pribadi Putri Candrawathi selama 15 menit (pic/fb/tiktok)
Dari dakwaan JPU kasus Sambo, diungkapkan Brigadir J berada di kamar pribadi Putri Candrawathi selama 15 menit (pic/fb/tiktok)

Berawal pada hari Jumat tanggal 08 Juli 2022 sekira pukul 17:00 WIB telah terjadi penembakan terhadap diri Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga mengakibatkan hilangnya nyawa Brigadir J.

Baca Juga: Lesti cabut laporan KDRT, Billar belum bisa langsung bebas. Ini penjelasan AKP Nurma Dewi

Lokasi penembakan  di rumah dinas milik Ferdy Sambo di Komplek Perumahan Polri Duren Tiga Kelurahan Duren Tiga Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. Hilangnya nyawa Nofriansyah Yosua Hutabarat akibat penembakan tersebut, timbul niat Sambo untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya.

Dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi, sehingga salah satu upaya yang dilakukanya yaitu menghubungi Hendra Kurniawan, sekira pukul 17.22 WIB. Saat itu Hendra sedang berada di kolam pancing Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara.

Sambo  meminta agar Hendra segera datang ke rumahnya, di Komplek Perumahan Polri Duren  Pancoran, Jakarta Selatan karena ada sesuatu peristiwa yang perlu dibicarakan.

Baca Juga: Lesti cabut laporan KDRT, Billar belum bisa langsung bebas. Ini penjelasan AKP Nurma Dewi

Berselang sekira pukul 19.15, Hendra   tiba di rumah Sambo. Dan bertemu langsung dengan  Sambo,  di car port rumahnya. Saat itu Hendr bertanya kepada Sambo,” Ada peristiwa apa Bang.”

Dan dijawab  Sambo,  “Ada pelecehan terhadap Mbakmu.” Kemudian Sambo melanjutkan ceritanya.

“Mbakmu teriak-teriak saat kejadian itu, lalu  Yosua panik dan keluar dari kamar istriku,  karena ketahuan oleh Richard,” lanjut Sambo.

Baca Juga: Resep Spaghetti Sapi Yang Pedasnya Nendang Banget

Bharada RE saat itu sambil bertanya, “Ada apa bang?” Ternyata Yosua yang berada di lantai bawah depan kamar tidur Putri Candrawathi tersebut bereaksi secara spontan. Dan menembak Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang berdiri di tangga lantai dua rumah Sambo.

Melihat situasi tersebut Richard membalas tembakan Yosua, sehingga terjadilah saling tembak menembak di antara mereka berdua, yang mengakibatkan korban jiwa. Yaitu Nofriansyah Yosua Hutabarat yang meninggal dunia di tempat kejadian.

Itulah cerita yang direkayasa Sambo, lalu disampaikan kepada Hendra Kurniawan.

Baca Juga: Flyover Ganefo Mranggen Demak berbiaya 109 miliar diresmikan, Ganjar Pranowo: permintaan warga biar tak macet

Setelah Hendra selesai mendengarkan cerita dari Sambo, kemudian Hendra menindaklanjuti insiden  itu. Dengan menjumpai Benny Ali (Karo Provost Divpropam Polri) yang telah datang terlebih duhulu sebelum Maghrib di tempat kejadian di rumah Sambo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: PN Jakarta Selatan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X