Pengacara Bocorkan Hasil Autopsi Ulang Brigadir J, Ditembak dari Jarak Dekat dan Disiksa Berat

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Juli 2022 | 02:06 WIB
Instagram @infokomando.official, menulis: Polisi sebut Brigadir J tewas akibat baku tembak, hasil autopsi ulang menunjukkan Yoshua ditembak dari jarak dekat (pic/ig  @infokomando.official)
Instagram @infokomando.official, menulis: Polisi sebut Brigadir J tewas akibat baku tembak, hasil autopsi ulang menunjukkan Yoshua ditembak dari jarak dekat (pic/ig @infokomando.official)

TITIKTEMU.CO - Kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat masih diselimuti misteri. Namun menjelang dan usai autopsi ulang jenazah Brigadir J, misteri itu sedikit demi sedikit mulai terkuak.    

Instagram @infokomando.official, menulis:
1. Polisi sebut Brigadir J tewas akibat baku tembak, hasil autopsi ulang menunjukkan Yoshua ditembak dari jarak dekat

Dalam proses autopsi independen yang dipimpin tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dua perwakilan keluarga dari tenaga medis sudah dilibatkan. Hasilnya, diketahui banyak luka tembakan dari jarak dekat dengan cara menempelkan senjata api ke tubuh korban.

Baca Juga: Polwan yang Dikaitkan dengan Ferdy Sambo, AKP Rita Yuliana Ternyata Telah Lama Menikah. Ini Dia Sosok Suaminya

“Lubang itu ada di belakang kepala tembus ke hidung, leher tembus ke bibir, ada juga di leher, di dada, dan di tangan. Semua tembakan lurus menembus tubuh yang menandakan penembakan dari jarak dekat," ungkap dia.

2. Jari manis Brigadir J patah diduga disiksa, namun polisi sebut karena tembakan
Selain luka tembak, ada juga luka penyiksaan yang diterima Brigadir J. Sebelum proses kematian, Brigadir J disebut menerima serangkaian penyiksaan berat.

"Pergelangan tangan sebelah kiri patah, jari manis patah. Kaki ada dua lubang di sebelah kanan. Kalau klaim (Mabes Polri)
lubang di kaki kanan karena proses memasukan formalin, tapi kenapa ada juga di kaki kiri," ujar dia.

Baca Juga: Pengacara Brigadir J: Akpol Cantik 2013 Juga Harus Dimintai Keterangan

3. Polisi sebut Brigadir J ditembak Bharada E, hasil autopsi ungkap dieksekusi banyak orang
Keluarga, kata Kamaruddin (Kuasa Hukum Keluarga Yoshua -red), tinggal menunggu hasil autopsi secara resmi. Namun secara garis besar, Kamaruddin enggan menyebut lagi kematian Brigadir J akibat dugaan pembunuhan, melainkan pasti pembunuhan. Dirinya meminta penyidik tidak setengah hati memeriksa kasus ini.

"Artinya pembunuhan ini dilakukan lebih dari dua orang. Kebenaran itu sudah tampak. Memang ada dua kepentingan membuka dan menutup kasus ini. Polri ingin melindungi institusinya, Presiden ingin membuka," tutup dia.

4. Polisi sebut Irjen Ferdy Sambo tes PCR di luar rumah saat kejadian, video menunjukkan Ferdy PCR di rumah pribadi

PCR Ferdy Sambo itu dilakukan dirumah pribadi, semua terlihat di CCTV saat dia menjalani PCR termasuk rombongan dari Magelang, salah satunya almarhum Brigadir J.

Baca Juga: PROFIL KLUB LIGA INGGRIS: Erik ten Hag Ditugasi Mengembalikan Kejayaan Manchester United

Publik tentu menunggu, bagaimana akhir penyelesaian kasus yang banyak menyita perhatian masyarakat ini. Tentu Polri harus secara transparan menangani kasus ini, untuk memberikan keadilan kepada semua pihak yang terkait dengan kematian Brigadir Yoshua.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Instagram, infokomando.official

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X