“Mbelani pacare, sampai akhirnya istrinya ditembak,” tambahnya.
Untuk misi pembunuhan istrinya itu, Kopda Muslimin sampai menggelar rapat pematangan strategi bersama para eksekutor dan pengawas.
"Itu bagian dari proses pada saat janji hari pelaksanaan eksekusi," jelas Ahmad Luthfi. Keterangan-keterangan itu didapat dari para eksekutor yang tertangkap. Sedangkan Kopda Muslimin sendiri berhasil melarikan diri.
Baca Juga: Viral di Medsos Ajakan Bunuh Habib Rizieq Shihab. Ini yang Sebenarnya Terjadi
Para pelaku penembakan Rina Wulandari itu mengaku disuruh Kopda Muslimin. Saat kejadian, penembakan tidak membuat Rina Wulandari tewas. Sehingga, lewat telepon, Kopda Muslimin memerintahkan agar dilakukan penembakan kedua. Namun, ternyata penembakan kedua juga tak membuat Rina Wulandari kehilangan nyawa.
Para pelaku suruhan Kopda Muslimin itu sudah ditangkap polisi. Antara lain Sugiono alias Babi sebagai eksekutor. Selain itu ada Ponco AJi Nugroho yang satu motor dengan Sugiono. Supriono dan Agus Sasntoso yang juga naik motor bertindak sebagai pengawas. Sedangkan Dwi Sulistyo merupakan pemasok senjata apu yang diduga rakitan.
Seusai menunggu operasi istrinya, Kopda Muslimin lantas menelepon eksekutor untuk menyampaikan transaksi biaya penembakan itu. Menurut pengakuan pelaku, mereka diberi imbalan uang Rp 120 juta oleh Kopda Muslimin untuk melakukan misi pembunuhan kepada istrinya korban.
Baca Juga: Resmi Bergabung dengan Manchester United, Lisandro Martinez Bertekad Pulihkan Kejayaan Setan Merah
Menurutnya, pihak kepolisian kini juga sudah mengamankan senjata api yang dipakai menembak. Senjata itu dibeli dari Dwi Sulistyo seharga Rp 3 juta.
Setelah penembakan itu, Kopda Muslimin sempat mengajak selingkuhannya yang berinisial W untuk melarikan diri, namun, ajakan itu ditolak. Menurut Ahmad Luthfie, kini sudah ada 8 saksi yang diamankan, salah satunya W.***
Artikel Terkait
Ungkap Pelaku Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang, Polisi Bentuk Tim Gabungan
Ada Motif Asmara Dibalik Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang
Panglima TNI: Dokter F dari RSPAD Dipilih PDFI Ikut Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J
Panglima TNI: Kopda M Jadi Dalang Penembakan Istrinya, Kini Buron akan Terus Dikejar
Punya Pacar Lagi, Kopda M Instruksikan Penembakan Istrinya. Selingkuhan Berinisial W Menolak Diajak Kabur
Biadab, Kopda M Pernah Meminta Eksekutor untuk Meracun dan Menyantet Istrinya
Komnas HAM akan Periksa CCTV dan Semua HP Orang yang Diduga Terlibat Kasus Baku Tembak Polisi